top of page


Stigma TB di Kabupaten Bandung, Lebih Baik Mengaku Sakit Jantung daripada Dikucilkan Tetangga
Kader TB melakukan kunjungan kepada salah satu warga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Terik siang itu tak mampu menembus tebalnya gorden yang menutup rapat jendela rumah terduga TB di Kabupaten Bandung. Fitri yang sudah dua tahun menjadi kader TB, menarik napas panjang sebelum mengetuk pintu kayu yang terasa panas karena tersengat matahari. Dia tahu, di dalam ruang gelap yang sengaja diciptakan itu, ada seseorang yang berusaha menyembunyikan penyakitnya dari telinga dunia. T


Jalur “Horor” Perjalanan Penemuan Kasus TB: Di Antara Jurang dan Kuburan, X-Ray TB tetap Berjalan Meski Ada yang “Tak Terlihat”
Percaya tidak percaya, ini benar-benar terjadi saat saya bertugas. Sebut saja saya Asep (bukan nama asli). Sehari-hari saya menjadi driver untuk tim program skrining TB di Sukabumi. Kami bagian dari upaya “penyelamatan nyawa” lewat skrining Tuberkulosis (TB) di desa-desa membawa edukasi, pemeriksaan dahak, dan tes X-Ray untuk mereka yang bergejala. Biasanya rutinitas ini penuh tantangan medan, tapi hari itu rasanya berbeda. Hari itu kami menuju sebuah posyandu di daerah perbu


PROJECT OPERATION LEAD for the anticipated Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) FULL-TIME STAFF
About STPI Stop TB Partnership Indonesia (STPI), formally known as Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, has been at the forefront of civil society efforts to accelerate TB elimination in Indonesia since 2018. Over the years, STPI has established itself as a key partner to the Government of Indonesia, bringing together communities, civil society, and stakeholders to strengthen the national TB response. Drawing on its extensive experience, reach, and technical expertise, S


Saat Skrining TB Harus Melawan Bukit, Hujan, dan Jarak di Bumi Ratu Kidul Sukabumi Selatan
Catatan Kemanusiaan dari Wilayah Intervensi Sukabumi Pagi itu, mobil tim FCSDS Sukabumi berhenti di tanjakan terjal Kecamatan Bantargadung. Hujan turun deras. Mesin meraung, roda berputar, tapi mobil tak juga naik. Dua jam mereka tertahan di jalan. Akhirnya, warga setempat turun tangan. Mobil didorong bersama-sama, perlahan, melewati jalan yang lebih mirip tanah bergerak daripada akses layanan kesehatan. Di wilayah seperti inilah upaya skrining tuberkulosis (TB) dilakukan. Ba


Rekrutmen Data Inputter Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS)
Latar Belakang Tuberkulosis (TB) tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling mendesak di Indonesia. Pada tahun 2024, diperkirakan terdapat 1.092.000 kasus TB di Indonesia, dengan 856.420 kasus yang telah dilaporkan, termasuk 12.128 orang dengan TB resisten obat (DR-TB). Meskipun terdapat kemajuan dalam pelaporan kasus, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam cakupan dan keterlibatan pengobatan. Sebagai contoh, dari kasus DR-TB yang dilaporkan, hanya 9.5


Penyelamatan Nyawa di Desa “Kantong TB": X- Ray Di Kaki Gunung, Di Derasnya Hujan dan Penolakan
Suasana Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) di Kecamatan Caringin - Bogor Hujan di kaki gunung Bogor sering turun tanpa aba-aba. Jalanan menjadi licin, udara menggigil, dan rumah-rumah berdiri berjauhan mengikuti kontur perbukitan. Namun bagi para tim dan kader tuberkulosis (TB) , cuaca bukan alasan untuk berhenti. Mereka tetap berjalan. Dari satu rumah ke rumah lain. Dari RT ke RT. Menjelaskan pentingnya pemeriksaan dan meyakinkan warga bahwa deteksi dini bisa menyelamat


Kemenkes Usulkan Program Bedah 1.000 Rumah Pasien TB
Pemerintah berencana melakukan perbaikan terhadap 1.000 rumah milik pasien tuberkulosis (TB) dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang akan diintegrasikan dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah melakukan pendataan terhadap 1.000 rumah pasien TB yang dinilai memenu


PENGADAAN JASA PENGEMBANGAN WEBSITE STPI
Latar belakang Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius di Indonesia. Dengan 1.090.000 orang diestimasikan sakit TB setiap tahunnya dan 125.000 jiwa meninggal dunia, Indonesia menyumbang 10% beban penyakit ini secara global. Salah satu permasalahan utama dalam menghentikan epidemi TB adalah belum semua orang yang mengalami sakit TB terdeteksi dan terobati sampai sembuh. Ditambah, masih banyaknya kasus putus berobat hingga tatalaksana pe


TB jadi Program Prioritas Selain MBG: Pasien TB Diberi Bantuan Susu Pendamping
Ribuan pasien TB di Banyuwangi mendapatkan susu pendamping dari Kementerian Kesehatan RI. Ada 1.000 dus yang diterima dengan masing-masing dus terdapat 60 sachet susu formula berbahan khusus seperti susu kambing dan ekstrak kurma berkualitas. Nantinya akan dibagikan pada puskesmas untuk diberikan ke pasien TB dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Program tersebut merupakan bagian dari pilot project nasional yang bertujuan mempercepat penyembuhan pasien TB. Tuberkulosis


Kasus TB di 2 Negara Teratas :TB India Masih Tinggi, Indonesia Salip di Laju Penularan
Secara global di tahun 2025 kasus TB di Indonesia menduduki peringkat 2 setelah India. Diperkirakan ada 1.090.000 kasus TB di Indonesia, sementara India menduduki puncak klasemen dengan 2,6 juta kasus. Meskipun terlihat lebih banyak kasus TB di India, tetapi kecepatan penularan TB lebih tinggi di Indonesia. Kasus TB di Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari jumlah secara total, tetapi dapat dilihat dari rasio penyakit atau insiden rate yang menunjukkan kecepatan penularan.
Berita dan Kegiatan: Blog
bottom of page






