Kemenkes Usulkan Program Bedah 1.000 Rumah Pasien TB
- Stop TB Partnership ID
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Pemerintah berencana melakukan perbaikan terhadap 1.000 rumah milik pasien tuberkulosis (TB) dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang akan diintegrasikan dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah melakukan pendataan terhadap 1.000 rumah pasien TB yang dinilai memenuhi syarat sebagai penerima bantuan BSPS. Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa “selain pengobatan, rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien juga sangat menentukan keberhasilan penyembuhan” terangnya.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut dan membuka ruang sinergi demi meningkatkan kualitas hidup serta derajat kesehatan masyarakat rentan. “Tahun lalu BSPS sebanyak 45 ribu unit. Tahun ini alokasi jadi 400 ribu unit” ujar.
Apakah usulan ini sudah tepat?
Direktur Eksekutif Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dr. Henry Diatmo, menegaskan bahwa “Perbaikan hunian merupakan langkah penting yang tidak hanya mendukung kesembuhan pasien tetapi juga mencegah penularan di lingkungan keluarga” pungkasnya.
Langkah ini dinilai selaras dengan dorongan STPI agar upaya penanggulangan TB selalu disertai perlindungan sosial yang memadai. Hunian yang layak setidaknya memenuhi beberapa persyaratan, seperti tersedianya ventilasi atau jendela yang cukup, paparan sinar matahari langsung, lantai kedap air, serta akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi (jamban) yang aman.
Selain aspek fisik bangunan, tingkat kepadatan penghuni juga menjadi perhatian penting agar tidak terlalu sesak. Jika terdapat anggota keluarga yang menderita TB, diperlukan pengaturan untuk menekan risiko penularan kepada anggota keluarga lain. Upaya tersebut meliputi penggunaan masker saat beraktivitas tanpa menjauhi pasien, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta membuang dahak atau ludah di jamban atau wastafel dan langsung menyiramnya. Membuka jendela secara rutin untuk menjaga sirkulasi udara, serta menyapu dan mengepel lantai agar tetap kering dan bersih, juga menjadi bagian dari pencegahan.
“Kami mengapresiasi rencana pemerintah untuk melakukan bedah rumah bagi pasien TBC. Ke depan, kami berharap program ini dilaksanakan secara terintegrasi dan disertai pemantauan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pasien dan keluarganya.” tambah dr. Henry















