Rekrutmen Data Inputter Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS)
- Stop TB Partnership ID
- 13 jam yang lalu
- 4 menit membaca

Latar Belakang
Tuberkulosis (TB) tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling mendesak di Indonesia. Pada tahun 2024, diperkirakan terdapat 1.092.000 kasus TB di Indonesia, dengan 856.420 kasus yang telah dilaporkan, termasuk 12.128 orang dengan TB resisten obat (DR-TB). Meskipun terdapat kemajuan dalam pelaporan kasus, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam cakupan dan keterlibatan pengobatan. Sebagai contoh, dari kasus DR-TB yang dilaporkan, hanya 9.573 pasien yang memulai pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan juga menunjukkan ketimpangan, dengan beberapa wilayah mencatat keberhasilan 85% untuk TB sensitif obat (DS-TB), namun hanya 59% untuk DR-TB. Selain itu, cakupan terapi pencegahan TB (TPT) masih sangat rendah—hanya 19,4% pada tahun 2024.
Selama bertahun-tahun, Indonesia telah menerima dukungan substansial dari berbagai mitra, termasuk Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), untuk memperkuat penemuan kasus TB, meningkatkan layanan pengobatan, mendorong keterlibatan masyarakat, dan membangun kolaborasi lintas sektor. Namun, dengan berakhirnya pendanaan program TB dari USAID, sejumlah intervensi penyelamatan jiwa kini menghadapi kesenjangan dukungan yang kritis, yang mengancam keberlanjutan dan kualitas layanan TB di wilayah dengan beban tinggi.
Pemerintah Amerika kembali mendukung Indonesia upaya eliminasi TB melalui Proyek Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) untuk periode Oktober 2025-Maret 2026 yang dirancang untuk mendorong peningkatan penemuan kasus TB secara dini dan membantu pasien dalam mengakses layanan TB yang berkualitas, termasuk diagnosis yang tepat waktu, pengobatan yang efektif, dan pemberian TPT, dengan fokus khusus pada provinsi dan kabupaten yang saat ini menghadapi tantangan terbesar dalam menjaga keberlanjutan layanan TB.
STPI akan memimpin pelaksanaan proyek ini. Melalui kolaborasi erat dengan layanan kesehatan pemerintah, masyarakat sipil, dan aktor komunitas, proyek ini akan memperkuat layanan TB baik di fasilitas kesehatan maupun berbasis komunitas. Kegiatan akan mencakup peningkatan deteksi dini kasus, peningkatan inisiasi dan kepatuhan pengobatan, perluasan cakupan TPT, serta memastikan dukungan pasien sepanjang perjalanan pengobatan. Dengan menjembatani kesenjangan layanan dan menjaga intervensi penting, Proyek FCSDS bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi penularan TB, dan melindungi komunitas rentan dari epidemi TB yang masih berlangsung di Indonesia.
Pelaksanaan proyek berfokus di Puskesmas, terutama pada upaya investigasi kontak, community outreach, skrining sistematis TB (SSTB) dan pendampingan orang dengan TB di masyarakat. Data Inputter dibutuhkan untuk menjadi penghubung dan memfasilitasi kebutuhan kader maupun puskesmas untuk pendataan, pemberian insentif, dan pelaporan terkait upaya yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyek. Sebelumnya Proyek FCSDS telah merekrut untuk posisi Data Entry, yang selanjutnya akan diubah namanya menjadi Data Inputter dengan penyesuaian tugas dan tanggung jawabnya.
Wilayah kerja Data Inputter dapat meliputi satu atau lebih Puskesmas dan akan bertanggung jawab kepada Koordinator Distrik, selain itu koordinasi dengan Wasor TB di Dinas Kesehatan Kabupaten, dan Penanggung Jawab TB di Puskesmas harus terus dilakukan.
Tujuan
Rekrutmen ini bertujuan untuk:
Memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia dalam hal ini input data untuk Project FCSDS.
Memastikan proses pencatatan dan pelaporan data di lapangan berjalan dengan baik dan tepat waktu.
Memastikan aktivitas pencatatan dan pelaporan yang dijalankan oleh Data Inputter dapat dikelola dengan baik dan dipantau secara berjenjang oleh District MEL Officer dan District Coordinator.
Keluaran
Tersedianya Data Inputer di empat wilayah kabupaten kabupaten yakni Tasikmalaya, Sukabumi, Bogor, dan Bandung yang disesuaikan dengan jumlah Tim SSTB Puskesmas yang akan dibentuk.
Pelaksana
Stop TB Partnership Indonesia, melalui proyek Life-Saving FCSDS.
4.Scope of Work
Menjadi bagian dari Tim SSTB Puskemas dalam mengelola data di lapangan.
Melakukan input data SSTB setiap hari ke dalam sistem informasi/format database yang telah ditentukan.
Mendukung proses input data awal yang diperlukan serta data tindak lanjut SSTB.
Memastikan data yang dikumpulkan lengkap, akurat, dan sesuai format yang telah ditentukan dan tepat waktu (setiap hari).
Mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan data (data validation) dan berkoordinasi dengan tim SSTB Puskesmas.
Menyampaikan laporan perkembangan input data secara berkala dan berjenjang kepada District MEL Officer dan District Coordinator.
Menjaga kerahasiaan dan keamanan data.
Mengarsipkan dokumen fisik dan digital secara sistematis.
Lampiran-1
Scope of Work
Data InputterLife-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS)
Tentang STPI
Stop TB Partnership Indonesia (STPI), yang secara resmi dikenal sebagai Yayasan Kemitraan Tuberkulosis Indonesia, telah berada di garis depan upaya masyarakat sipil untuk mempercepat eliminasi TB di Indonesia sejak tahun 2018. Selama bertahun-tahun, STPI telah memantapkan dirinya sebagai mitra utama Pemerintah Indonesia, dengan menghimpun komunitas, masyarakat sipil, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat respons nasional terhadap TB. Dengan pengalaman luas, jangkauan yang kuat, dan keahlian teknis yang mendalam, STPI telah mendapatkan kepercayaan dari para mitra sebagai kekuatan penggerak dalam penanggulangan TB di Indonesia.
Informasi Posisi
Posisi : Data Inputter
Laporan Langsung : District Coordinator
Status : Konsultan
Durasi : 8 bulan, dengan kemungkinan perpanjangan
Lokasi : Jawa Barat
Jam Kerja : 40 jam/minggu
Kualifikasi
Latar Belakang Pendidikan minimal lulusan D3, lebih disukai dari bidang studi kesehatan.
Mahir mengoperasikan Microsoft Office.
Memiliki Laptop pribadi.
Berpengalaman melakukan input data kesehatan dan memastikan data yang diinput dapat divalidasi (berpengalaman dalam program TB, khususnya data skrining TB sistematis lebih diutamakan).
Pengalaman Kerja
Minimal 1 tahun pengalaman dalam input data
Terbiasa menggunakan microsoft office atau aplikasi berbasis data
Kompetensi Teknis
Pemahaman kuat tentang intervensi TB: khususnya dalam data yang diperlukan dalam Skrining TB Sistematis,
Kemampuan menerjemahkan petunjuk teknis program Tuberkulosis dan arahan Koordinator Distrik dan koordinasi dengan District MEL Officer di lapangan dalam bentuk data.
Mempunyai kemampuan untuk bisa menggunakan aplikasi berbasis data yang sudah disediakan
Kompetensi Umum
Keterampilan komunikasi, interpersonal, dan pemecahan masalah yang sangat baik.
Kemampuan bekerja kolaboratif dengan tim teknis, pemerintah lokal, komunitas, dan manajemen proyek.
Fasih berbahasa lokal.
Bersedia melakukan perjalanan intensif ke lokasi intervensi di wilayah kabupaten, Provinsi Jawa Barat.
Keterampilan organisasi yang kuat dan kemampuan supervisi kegiatan serta tim secara efektif.
Nilai-Nilai
Menjunjung tinggi integritas serta menghormati keberagaman dan kesetaraan.
Berorientasi pada hasil dan dampak optimal.
Kolaborasi bermakna dengan mitra dan pemangku kepentingan.
Mendorong inovasi yang memperkuat pencapaian.
Bertanggung jawab dalam pelaporan kemajuan dan hasil.
Peran dan Tanggung Jawab
Dukungan Teknis
Melaksanakan program dengan fokus pada data yang di input untuk kepentingan Skrining TB.
Memastikan semua arahan terkait pelaksanaan data skrining TB bisa diterapkan dengan baik dan dikomunikasikan kepada District Coordinator dan MEL Officer
Mengidentifikasi hambatan dan isu serta merespons untuk meningkatkan efektivitas intervensi.
Pemanfaatan Data dan Pelaporan
Bersama MEL Officer, mengumpulkan, meninjau, dan menyediakan data hasil skrining dari kader di lokasi lapangan untuk pelaporan.
Pengiriman CV: https://forms.gle/MCK7LXDtW7Mzy4un7















