top of page
Single Post: Blog_Single_Post_Widget

Campak VS TB: Sama-sama Menular Lewat Udara Tapi Ada Perbedaan Spesifik


Saat ini sedang merebak seputar Campak yang meningkat di tanah air. Sebanyak 10.453 suspek campak yang tercatat dengan 8.372 kasus dan 6 kematian pada awal 2026. Di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi juga mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.  


Kabarnya di Februari 2026 sudah mulai menurun dan pemerintah telah mengambil sikap dengan memasifkan program imunisasi campak di wilayah terdampak dan berisiko, terlebih mendekati libur lebaran ini. Program ini dilaksanakan di 102 kabupaten/kota pada anak usia 9-59 bulan selama Maret 2026. 


Campak sendiri merupakan penyakit menular yang penularannya sangat mirip dengan Tuberkulosis (TB) yaitu lewat udara. Bahkan campak dan TB juga memiliki gejala yang hampir mirip yaitu batuk. Namun, apa yang membedakan campak dan TB? Simak selengkapnya.


Persamaan dan Perbedaan Campak dan Tuberkulosis

Karakter

Campak

Tuberkulosis

Penyebab

Virus, bernama Morbillivirus 

Bakteri/kuman, bernama Mycobacterium tuberculosis

Penularan

Dari batuk/bersin yang berisi droplet yang menyebar lewat udara, lalu terhirup dan masuk ke paru-paru, kemudian menyebar ke jaringan limfa dan mengalir ke seluruh aliran darah.

  • Dari batuk/bersin yang berisi droplet yang menyebar lewat udara, lalu terhirup dan masuk ke paru-paru.  


  • Umumnya bakteri menyerang paru-paru, namun ada kemungkinan menyebar ke luar paru-paru. 

Gejala

  1. Demam

  2. Batuk

  3. Pilek

  4. Mata merah dan berair

  5. Bercak putih di daerah pipi

  6. Ruam merah pada wajah, leher, tangan dan kaki

  1. Demam

  2. Batuk, umumnya lebih dari 2 minggu

  3. Sesak dada

  4. Berat badan turun

  5. Keringat di malam hari


Pengobatan

Belum ada obat spesifik, namun sangat direkomendasikan untuk perbanyak air putih, minum vitamin A dan istirahat yang cukup.

Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama minimal 6 bulan.

Sumber: WHO dan StatePearls (medical book)


Campak dan TB merupakan penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi campak dapat diberikan pada kelompok anak-anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD yang umumnya diberikan gratis dari puskesmas dan posyandu. Adapun TB juga ada imunisasi sendiri yaitu BCG. Imunisasi ini diberikan pada bayi usia 0-1 bulan, paling lambat 3 bulan yang juga diberikan gratis dari puskesmas. 


Oleh karena itu, ada baiknya campak dan TB dicegah sedini mungkin dengan memberikan imunisasi pada bayi dan anak. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat juga sangat diperlukan. Apabila sedang sakit batuk sebaiknya menggunakan masker dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan perawatan lebih awal dan mencegah penularan ke orang lain. 


Komentar


Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

HUBUNGI KAMI

Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Lt 3, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240

Telp: +62 852-8229-8824

  • Instagram
  • twitter
  • facebook
  • Youtube
bottom of page