top of page
Single Post: Blog_Single_Post_Widget

Orang dengan TBC Sebaiknya Puasa atau Tidak Ya?



Banyak kekhawatiran yang dirasakan oleh Orang dengan TBC selama bulan puasa ini. Selain efek samping obat terkait kendala yang sering dialami selama pengobatan, dilema boleh berpuasa atau tidak pun menjadi kekhawatiran. Pasalnya ketentuan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) tidak bisa sembarangan, terutama waktu minum obatnya. Jika diminum pagi hari jam 8 maka harus konsisten setiap hari di jam yang sama, hingga pemeriksaan menyatakan negatif. Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan kewajiban berpuasa bagi umat muslim jika sedang menjalani pengobatan TBC? 


Berdasarkan penjelasan dari Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MHA, DTM&H, DTCE, FIRS, beliau menyampaikan 5 tips berpuasa bagi Orang dengan TBC:

  1. Minum obat TBC bisa diganti pada malam hari sebelum tidur. 

  2. Asupan nutrisi bergizi harus tetap dijaga dengan baik.

  3. Minum air putih yang cukup minimal 8 gelas per hari yang dimulai dari berbuka hingga sahur

  4. Apabila ada keluhan selama pengobatan di bulan Ramadhan, maka konsultasikan kepada petugas kesehatan

  5. Berdoa agar segera diberikan kesembuhan


Sementara itu, penjelasan dari Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), M.Sc memberikan saran kepada Orang dengan TBC lewat akun X @erlinaburhan bahwa: boleh berpuasa asal kuat; jangan putus obat khawatir menjadi resisten; jadwal obat diganti ke sahur/malam; Orang dengan TBC Resisten Obat (RO) juga boleh berpuasa jika sudah merasa stabil; TBC-RO yang muntah-muntah jangan dulu berpuasa; Ikuti kemauan badan, jika kuat maka bisa berpuasa dan terakhir konsultasikan ke dokter terkait kondisi saat ini. 


Secara teknisnya, jika ingin berpuasa maka harus menyesuaikan kondisi masing-masing. Bila kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dilakukan, maka bisa berpuasa. Namun jika tidak memungkinkan, seperti batuk darah, sesak nafas yang sangat berat bahkan butuh bantuan oksigen atau berat badan yang sangat rendah sehingga tidak disarankan berpuasa. Sebaliknya, jika kondisi batuk yang tidak parah dan badan masih bisa beraktivitas, maka bisa berpuasa. 


Minum obat TBC sendiri bisa diganti ke malam setelah berbuka atau sebelum tidur atau saat sahur. Namun yang perlu diperhatikan adalah waktu minum obatnya tidak boleh berubah-ubah setiap harinya. Misalnya hari ini minum obatnya di jam 7 malam setelah berbuka, maka besok harinya juga sama harus di jam 7 malam. Perlu diperhatikan juga kondisi perut, sebaiknya mengkonsumsi obat TBC disaat perut tidak kosong dan tidak terlalu kenyang. Sebagai contoh saat berbuka bisa mengkonsumsi buah satu atau dua potong kemudian minum obat TBC. Hal ini dikarenakan OAT bekerja lebih optimal disaat perut tidak kosong dan tidak penuh. 


79 tampilan0 komentar

Comentarios


Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

bottom of page