Marwah Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar Setara dengan Pengobatan TB se-Kutai Timur hingga 11 Ambulans Baru
- Stop TB Partnership ID

- 11 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Kendaraan dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, mendadak jadi sorotan publik lantaran pagu anggarannya yang fantastis menyentuh angka Rp8,5 miliar. Unit SUV hibrida bermesin 3.000 cc itu dianggarkan untuk menunjang operasional gubernur dengan dalih menjaga marwah Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam sebuah pernyataan, Rudy mengaku tak ingin tampil dengan mobil dinas 'ala kadarnya'.
Pernyataan tersebut dinilai kontras dengan kondisi jalan lintas kabupaten/kota di Kaltim yang jauh dari kata layak. Warga setempat pun mulai vokal menuntut perbaikan jalan yang dianggap menghambat kesejahteraan ekonomi. Bagi mereka, infrastruktur lebih terasa urgensinya ketimbang kendaraan yang sekadar menjadi simbol jabatan.
Di sisi lain, angka Rp8,5 miliar menarik jika dialokasikan ke sektor kesehatan. Merujuk data Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan dalam Jurnal Kefarmasian Indonesia, biaya pengobatan satu orang dewasa terdampak TB selama 6 bulan berkisar Rp1.843.537. Sementara itu, TB Indonesia Dashboard mencatat ada 2.341 kasus TB di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2025. Jika estimasi kasus tersebut dikalikan biaya pengobatan per pasien, maka kebutuhan anggarannya ada di angka Rp4,31 miliar. Artinya, separuh dari nilai mobil dinas gubernur dapat menutup biaya pengobatan seluruh estimasi kasus di salah satu daerah dengan beban TB tertinggi di provinsi tersebut.
Gambaran lain bisa dilihat dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2025 UPTD Puskesmas Mangkupalas, Kota Samarinda. Anggaran sebesar itu bisa membiayai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) senilai Rp126.000.000 dan PMT bagi balita bermasalah gizi sebesar Rp144.760.000.
Selain pemenuhan gizi, anggaran yang sama masih sanggup memperkuat program deteksi dini penyakit, preventif, serta respons terhadap TB, DBD, HIV, malaria, dan lainnya senilai Rp161.900.000. Bahkan, peningkatan layanan kesehatan masyarakat secara umum sebesar Rp309.968.000 hingga pengadaan 11 unit ambulans baru senilai Rp2,8 miliar untuk tahun anggaran 2026 dapat direalisasikan.
Total, untuk mengkover seluruh biaya pengobatan TB di satu kabupaten, pemenuhan gizi kelompok rentan, hingga pengadaan belasan ambulans hanya dibutuhkan dana Rp7.858.347.117. Dari angka tersebut, masih ada sisa sebesar Rp641.652.883 yang bisa digunakan untuk menstimulasi UMKM atau setidaknya menambal jalan-jalan berlubang di Kaltim.
Namun, mengutip pernyataan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal, pengadaan mobil dinas itu tidak dilanjutkan dan anggarannya akan dikembalikan dalam waktu 14 hari sesuai ketentuan pengelolaan kas daerah.
Meski 'kasus' tersebut sudah selesai secara administratif, tapi angka Rp8,5 miliar masih menjadi diskusi publik tentang bagaimana pimpinan daerah menetapkan skala prioritas. Marwah Kaltim tidak ditentukan oleh seberapa mewahnya kendaraan gubernur, melainkan komitmen pemerintahannya memprioritaskan kepentingan rakyat di atas gengsi.













Komentar