top of page
Single Post: Blog_Single_Post_Widget

Hari Gizi Nasional: Pangan Lokal untuk Pasien TB


Setiap tahun Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati pada tanggal 25 Januari dengan tema yang berbeda. Tahun 2026 HGN mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan slogan “Sehat Dimulai dari Piringku”.


Biasanya pasien TB mengalami penurunan berat badan sehingga dalam proses pengobatannya sangat membutuhkan makanan yang bergizi agar pemulihan menjadi lebih cepat dan tingkat keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi. Makanan untuk menaikkan berat badan pasien TB harus Tinggi Kalori dan Tinggi Protein (TKTP) guna memulihkan massa otot dan meningkatkan daya tahan tubuh. Diet TKTP ini harus memenuhi unsur zat gizi makro seperti karbohidrat, protein dan lemak. Kira-kira pangan lokal apa aja ya yang bisa dikonsumsi pasien TB? Yuk kita lihat.


Sumber protein tinggi

Protein merupakan salah satu komponen pembentuk jaringan massa otot sehingga sangat dianjurkan konsumsi makanan yang tinggi protein untuk pasien TB. Menurut WHO, komposisi protein yang dianjurkan untuk pasien TB tidak berbeda dengan orang dewasa pada umumnya yaitu 15-30%. Berdasarkan rujukan Chinese Dietary Reference Intakes (DRI) kebutuhan protein orang dewasa berkisar 55-65 gram per hari. Protein dapat berasal dari nabati dan hewani, seperti:


  • Ikan kembung

    Ikan kembung sangat jarang dilirik karena terlihat biasa saja, tapi ternyata kandungan proteinnya cukup tinggi bahkan lebih tinggi dari ikan salmon yang bukan pangan lokal. Berdasarkan tabel komposisi pangan dari Kementerian Kesehatan RI, dalam 100 gram ikan kembung segar mengandung 21,3 gram protein, 3,4 gram lemak, 2,6 gram omega-3, serta terdapat 125 kalori. 


  • Ikan gabus

    Ikan gabus merupakan sumber protein terutama albumin yang berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan serta meningkatkan daya tahan tubuh.  Penelitian di Universitas Sebelas Maret menyebutkan kandungan albumin pada ikan gabus sebesar 2.459 g/100 g. Dalam 100 gram ikan gabus kering terdapat 58 gram protein, 4 gram lemak, dan 268 kkal. 


  • Tempe

    Tempe merupakan protein nabati yang mudah didapatkan di Indonesia, harganya pun sangat terjangkau. Dalam 100 gram tempe goreng terdapat 24,5 gram protein, 26,6 gram lemak, dan 350 kkal. 


  • Belut

    Kudapan yang satu ini terlihat sepele tapi kandungannya sangat luar biasa. Belut banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara terutama di persawahan. Dalam 100 gram belut goreng terdapat 25,9 gram protein, 19,4 gram lemak, dan 417 kalori. 


  • Ikan Mujair

    Walaupun bukan berasal dari Indonesia, melainkan asli dari Afrika, namun ikan mujair mudah dibudidaya dan ditemukan di Indonesia. Bahkan di warung sayur pun ada dalam bentuk kering dan harganya sangat terjangkau. Kandungan proteinnya ternyata sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ikan kembung. Dalam 100 gram Ikan mujair goreng terdapat 46,9 gram protein, 23,9 gram lemak, dan 416 kalori. 


Karbohidrat

Karbohidrat merupakan komponen penting sebagai sumber energi harian. Dikarenakan WHO tidak membedakan komponen makronutrien yang dibutuhkan pasien TB dengan dewasa umum yaitu berkisar 45-65%, maka kebutuhan energi harian pasien TB sebaiknya 1.800-2.250 kalori. Selain nasi, Indonesia ternyata punya beragam jenis karbohidrat, yang tentu harganya terjangkau dan mudah didapatkan sehingga tidak menyulitkan pasien TB untuk mencari bahan tersebut, seperti:


  • Singkong

    Makanan yang memiliki stigma negatif karena biasanya dikonsumsi oleh kelompok menengah kebawah ini ternyata memiliki segudang manfaat. Sudah seharusnya makanan dilihat dari kandungan gizinya agar lebih bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram singkong kukus terdapat 153 kalori, 1,2 gram protein dan 0,3 gram lemak. Indeks glikemik singkong juga tergolong rendah berkisar 40-50  sehingga dapat mengenyangkan lebih lama dan lebih ramah insulin.


  • Ubi Cilembu

    Pangan khas Sumedang ini selain mudah ditemukan, harganya murah, juga memiliki komposisi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 gram ubi cilembu terdapat 186 kalori, 1,9 gram protein dan 0,2 gram lemak. Indeks glikemiknya tergolong rendah yaitu dibawah 55 sehingga mudah dicerna dan dapat mengenyangkan lebih lama.


  • Jagung

    Meskipun bukan asli Indonesia, namun jagung cukup mudah ditemukan. Selain rasanya manis, jagung juga memiliki kalori yang cukup tinggi. Dalam 100 gram jagung muda rebus terdapat 142 kalori, 5 gram protein dan 0,7 gram lemak. Indeks glikemik jagung tergolong rendah berkisar 41-52 yang bisa mengenyangkan lebih lama.


Lemak

Lemak menjadi penting karena berfungsi untuk meningkatkan imun, mempercepat pemulihan massa otot, dan menyediakan energi tinggi untuk pasien TB. Lemak yang dianjurkan adalah lemak sehat, bukan lemak trans yang banyak ditemukan di sajian gorengan. Persentase lemak harian sebaiknya mengandung 25-35%. Berikut pangan lokal yang mengandung lemak sehat untuk pasien TB:


  • Kacang tanah

    Cemilan khas Jawa Tengah ini mengandung lemak sehat tak jenuh jika disangrai atau disangan karena baik untuk kesehatan jantung tanpa kandungan kolesterol. Dalam 100 gram kacang tanah sangan/sangrai mengandung 43 gram lemak dengan 559 kalori.


  • Kacang mete/biji jambu monyet

    Makanan yang banyak diproduksi di daerah NTT ini memiliki kandungan lemak tak jenuh yang sehat. Dalam 100 gram kacang mete goreng terdapat 56,3 gram lemak dan 629 kalori.


  • Kembang tahu

    Meskipun berasal dari Tiongkok, namun pangan ini mudah ditemukan di Indonesia. Kembang tahu memiliki kandungan yang kaya akan lemak nabati dan tinggi protein. Dalam 100 gram kembang tahu terdapat 380 kalori, 48,9 gram protein dan 13,8 gram lemak. 


Selain zat gizi makro diatas, kebutuhan zat gizi mikro dan air juga penting. Seperti konsumsi sayur, buah-buahan dan 2 liter air atau 8 gelas per hari. Dalam sepiring makan sebaiknya ada komposisi tersebut yang bisa dibagi dalam 5-6 kali makan dengan porsi kecil namun sering.


Berikut contoh menu sehat dari pangan lokal untuk pasien TB yang mungkin bisa kamu coba dengan total estimasi 1.800-2.200 kalori:

Sarapan

  • 2-3 buah ubi cilembu kukus

  • 2 potong tempe goreng

  • Semangkuk sayur sop

  • 1 gelas air putih  

Cemilan pagi

  • 1 buah pisang, atau

  • Setengah buah alpukat

  • 1 gelas air putih


Makan siang

  • 1 mangkuk nasi putih

  • 1 ekor ikan kembung

  • Semangkuk tumis kangkung

  • 5 potong buah pepaya

  • 1 gelas air putih

Cemilan siang-sore

  • 1 mangkuk kembang tahu; atau

  • 15-20 biji kacang mete

  • 1 gelas air putih

Makan malam

  • 1 mangkuk nasi putih

  • 2 ekor ikan mujair goreng ukuran sedang

  • 1 mangkuk sayur bening katuk

  • 1 gelas air putih

Cemilan malam

  • 1-2 buah jeruk; atau

  • Segenggam kacang tanah 

  • 2 gelas air putih


Komentar


Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

HUBUNGI KAMI

Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Lt 3, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240

Telp: +62 852-8229-8824

  • Instagram
  • twitter
  • facebook
  • Youtube
bottom of page