Perkuat Dukungan Psikososial bagi Pasien TBCdengan Pelatihan Komunikasi Motivasi untuk Kader TBC

SUMENEP - Stop TB Partnership Indonesia (STPI) di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur menggelar pelatihan konseling bagi Kader TBC. Pelatihan ini berlangsung di Hotel Asmi selama empat hari. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader tentang TBC dan meningkatkan keterampilan kader desa dalam melakukan komunikasi motivasi terhadap orang dengan TBC.


Kabupaten Sumenep sendiri merupakan salah satu daerah yang memiliki beban TBC yang tinggi. Pada 2020 angka kasus TBC yang ternotifikasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tercatat 1.271 kasus. Namun angka ini hanya 57% dari estimasi 2.200 kasus TBC yang ada di Kabupaten Sumenep. Angka temuan kasus ini juga mengalami penurunan dari 87% di tahun 2019 menjadi 77% di tahun 2020. Kesuksesan pengobatan pun baru mencapai 88%, masih ada 12%, gagal pengobatan, 0,1%, meninggal 5%, drop out 4,6% dan pindah 0,7%. (Dinkes Kab. Sumenep, 2020).


TBC sendiri merupakan penyakit yang lama proses pengobatannya. Banyak pasien TBC yang putus berobat dengan berbagai macam faktor. Putus berobat dapat menyebabkan potensi terjadinya TB-RO. Pengobatan pada TB-RO akan jauh lebih lama dan berdampak pada berbagai sektor, seperti ekonomi. Maka dari itu, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan kepada Kader TBC agar bisa mendampingi dan memberikan motivasi kepada pasien TBC untuk tetap konsisten berobat. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan psikososial bagi pasien TBC agar dapat berobat hingga tuntas.


Rangkaian acara di hari pertama dimulai dengan pengisian pre-test dan paparan dari narasumber. Materi pertama mengenai pengetahuan TBC, TB-RO dan TBC pada anak, sementara materi kedua terkait komunikasi efektif. Pada hari kedua kegiatan difokuskan untuk bekerja secara kelompok. Sementara di hari ketiga digunakan untuk memberikan paparan mengenai 4 materi, yaitu helping profession, kesiapan pasien, keterampilan mendengarkan dan keterampilan memotivasi. Di hari keempat peserta diberikan tugas mengenai keterampilan memotivasi, setelah itu melakukan post test dan penutupan.


Terdapat 25 peserta yang hadir dari 5 desa yaitu Desa Lenteng barat, Lenteng timur, Grujugan, Gapura Barat dan Kalikatak. Peserta sangat antusias dan kegiatan berlangsung cukup interaktif dan berjalan baik. Hasil perhitungan pre-post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan. Salah satu kader menyebutkan “Ilmu saya bertambah dan saya mengerti tentang cara melayani pasien melalui teknik komunikasi dengan cara teknik keterampilan mendengar, keterampilan memotivasi dan keterampilan membantu pasien. Semoga kedepannya terdapat ada lagi pelatihan-pelatihan seperti ini demi kesehatan pasien” ujar Yani Mahturoh.


Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan edukasi terkait TBC dan dapat memotivasi orang dengan TBC.


“Kader diharapkan memiliki bekal teknik komunikasi motivasi yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan di program dukungan psikososial, selain itu juga untuk mengembangkan potensi keterampilan komunikasi kader sehingga kader dapat menyampaikan informasi terkait TBC dengan baik ke “Orang dengan TB” maupun komunikasi dalam meningkatkan motivasi orang dengan TB” Harapan Stef selaku panitia acara pelatihan.