top of page
Single Post: Blog_Single_Post_Widget

Bolehkah Pasien TB Mudik Lebaran? Ini Dia Syaratnya


Secara umum pasien Tuberkulosis (TB) boleh saja bepergian jauh termasuk mudik saat lebaran. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yuk simak penjelasannya.


Kontrol Terlebih Dahulu

Hal pertama yang harus disiapkan sebelum memutuskan untuk mudik adalah kontrol terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan. Biasanya dokter atau tenaga medis yang menangani akan memeriksakan kondisi kamu terlebih dahulu. Dokter akan menilai kamu sudah cukup fit atau belum untuk bepergian jauh. Sebaiknya kontrol dilakukan rutin setiap bulan agar kondisi penyakitnya terpantau perkembangannya.


Siapkan Obat Anti Tuberkulosis (OAT)

Tentu OAT tidak boleh ditinggal. Selama mudik walaupun sudah fit tapi belum sembuh, kamu tetap harus minum OAT sampai dokter menyatakan sembuh. Sebaiknya OAT dipastikan jumlahnya cukup selama mudik, serta disimpan di tempat yang terlihat dan mudah dijangkau agar kalau mau minum OAT gak kelupaan naruh dimana. 


Perhatikan Jadwal Minum OAT

Jika dalam perjalanan ada yang menempuh waktu berbuka puasa maupun sahur, sebaiknya minum OAT di waktu yang sama setiap harinya. Jika kamu berpuasa tapi sedang di perjalanan, dan jadwal minum OAT-nya pada saat berbuka, maka sebaiknya segera minum OAT, begitupun jika kamu memilih saat sahur. 


Terapkan Etika Batuk

Apabila dokter mengizinkan untuk mudik, jangan lupa untuk terapkan etika batuk. Penularan TB bisa saja terjadi meskipun sudah minum OAT rutin dan sudah merasa fit, sehingga pakai masker, tidak meludah sembarangan (dahak dibuang di kloset langsung disiram) dan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sangat direkomendasikan saat mudik dan bertemu keluarga.


Apabila ada keluarga yang menolak untuk bertemu, jangan berkecil hati. Kita bisa memberikan pemahaman bahwa TB yang dialami sedang diobati dan dokter mengizinkan untuk bepergian, tentu dengan protokol kesehatan yang aman sehingga tidak perlu khawatir. 


Perlu diketahui juga bahwa TB tidak menular lewat berjabat tangan, sentuhan, lewat alat makan ataupun toilet yang dipakai bersamaan. Sehingga tidak masalah jika berinteraksi dengan pasien TB saat lebaran, tentu dengan syarat di atas ya.


Komentar


Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

HUBUNGI KAMI

Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Lt 3, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240

Telp: +62 852-8229-8824

  • Instagram
  • twitter
  • facebook
  • Youtube
bottom of page