top of page
Single Post: Blog_Single_Post_Widget

3 Rahasia Agar Pasien TBC Aman Silaturahmi di Hari Lebaran



Idul Fitri tinggal menghitung hari nih Sobat STPI. Bagi umat muslim hari lebaran adalah momen penting untuk bisa bersilaturahmi dengan sanak saudara. Namun, ada pertanyaan nih “apa boleh pasien TBC silaturahmi sama keluarga?” masih banyak sekali mitos dan anggapan negatif bahwa sebaiknya pasien TBC tidak bertemu dengan orang terlebih dahulu sebelum sembuh, termasuk silaturahmi saat lebaran.


Anggapan tersebut sangat salah ya Sobat STPI. Pada dasarnya siapapun termasuk pasien TBC tetap bisa kok bersilaturahmi di hari yang fitri. Perlu diketahui bahwa anggapan negatif seperti “aku kan lagi sakit, takut orang lain tertular mending gak usah keluar deh” atau “aku minder buat salaman, takut nuralin ke orang lain” atau “mending di rumah aja deh biar gak pada tau aku sakit apa” hal ini adalah self stigma yang sebenarnya bisa dihilangkan dengan berpikir bahwa kita berharga sehingga kita, termasuk pasien TBC, juga berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sebaiknya tidak berpikir demikian.


Sebelum silaturahmi kamu harus tahu dulu penularan TBC itu sendiri. Penularan bisa terjadi disaat pasien TBC mengeluarkan droplet ke udara dengan cara batuk atau bersin. Droplet tersebut mengandung bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang dapat terhirup oleh orang lain dan masuk ke dalam paru-paru. Meskipun infeksi bergantung pada daya tahan tubuh seseorang, namun sebaiknya risiko penularan dicegah sedini mungkin.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien TBC selama silaturahmi di hari lebaran. Pastikan kamu dalam keadaan fit ya sobat STPI, jika tidak kuat untuk keluar rumah kamu bisa kok silaturahmi secara virtual. Sebaliknya, kalau kamu merasa fit dan bisa keluar rumah maka silahkan untuk silaturahmi langsung. Sebelum mulai silaturahmi jangan lupa minum obat TBC sesuai waktu yang sudah ditetapkan ya. Sekarang kita lihat yuk 3 rahasia agar pasien TBC aman silaturahmi aman di hari lebaran:

  1. Menerapkan etika batuk seperti menggunakan masker KN95 atau double mask (masker medis dilapisi dengan masker kain) yang bisa diganti setiap 4 jam sekali serta membuang dahak dan ludah di toilet dan menyiramnya dengan air mengalir.

  2. Saat akan bersalaman dan setelah bersalaman dengan orang lain, upayakan gunakan hand sanitizer terlebih dahulu agar kamu dan orang lain bisa sama-sama menjaga dari penularan TBC.

  3. Bagaimana dengan makan bersama? Apakah pasien TBC boleh ikut makan? Tentu saja boleh. Jika makan menggunakan alat makan seperti sendok atau garpu, upayakan untuk tidak bertukar alat makan ke orang lain sebelum mencuci alat makannya terlebih dahulu dengan sabun cuci piring dan bilas dengan air mengalir. Sebaiknya sebelum dan sesudah makan, cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik atau gunakan hand sanitizer dengan alkohol 70% agar bakteri TBC bisa mati dan risiko penularan semakin kecil.

83 tampilan0 komentar

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

bottom of page