Antusiasme Peluncuran dan Pembacaan ‘Hore! Tibi Sembuh’ Menyambut Hari Anak Nasional 2020


Akses buku cerita Tibi disini https://my.flipbookpdf.net/2Ft3A


JAKARTA – Pada Sabtu (18/7) telah berlangsung peluncuran dan pembacaan buku cerita dengan judul ‘Hore! Tibi Sembuh’ yang merupakan hasil kerja sama dari Subdirektorat Tuberkulosis (Subdit TBC) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, USAID TB Private Sector (USAID TB PS), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan mitra-mitra lainnya.


Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kampanye mitra-mitra peduli tuberkulosis termasuk Stop TB Partnership Indonesia untuk menyambut Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2020. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dihadiri oleh 215 orang peserta yang terdiri dari anak-anak, ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, pendidik, para pemerhati TBC, dan penggemar dongeng, serta anggota organisasi penyintas TBC.


Tepat pukul 10 pagi, dr. Kamelia Faisal, pelaksana harian Chief of Party dari USAID TB PS, membuka kegiatan peluncuran dan pembacaan buku cerita. Ia menyampaikan, “TBC dapat dicegah dan disembuhkan, saat ini kita fokuskan pada bayi, balita dan anak yang lebih berisiko terkena TBC karena daya tahan tubuhnya yang belum sepenuhnya berkembang. Kita ingin meningkatkan deteksi dan pelaporan kasus TBC, mempromosikan penatalaksanaan sektor swasta untuk komitmen berkelanjutan agar Indonesia bebas TBC, dan meningkatkan kesadaran akan TBC pada anak. Di dalam buku cerita ini akan menggambarkan bagaimana keterlibatan sektor swasta dalam upaya penanganan TBC pada anak.”


dr. Imran Pambudi, MPHM selaku Kepala Subdirektorat Tuberkulosis Kemenkes RI juga memberikan sambutan dalam pembukaan acara ini. “Anak-anak adalah asset yang paling berharga dalam membawa Indonesia maju tahun 2050, TBC tidak hanya dialami orang dewasa tetapi akan menjangkiti orang-orang dengan imunitas rendah seperti anak-anak dan memiliki penyakit penyerta seperti Diabetes atau HIV/AIDS. Dengan adanya kegiatan ini juga relevan dengan tema utama Hari Anak Nasional tahun 2020 yaitu ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’. Dalam konteks program TBC kita perlu melindungi anak dari TBC agar anak sehat dan menjadi generasi yang kuat.”


Selanjutnya Zack dan Kanya dari Ayo Dongeng Indonesia (AyoDI) membacakan buku cerita ‘Hore! Tibi Sembuh’ yang disambut antusias oleh audiens, terutama anak-anak. Setelah pembacaan cerita, dilanjutkan dengan kuis interaktif tentang buku cerita dan penyakit tuberkulosis yang dipandu oleh Rini dan Dian (USAID TBPS) serta dr. Sulistya Widada (Subdit TBC). Atensi audiens terlihat sangat tinggi dari semangat dan jawaban yang benar saat menjawab pertanyaan kuis. Para pemenang kuis berasal dari wilayah luar Jakarta seperti Depok, Surabaya, Bengkulu hingga Padang, Sumatera Barat.

Pembacaan Buku Cerita oleh AyoDI dan Pemenang Kuis


“Melalui buku ini diharapkan masyarakat yang membacanya dapat mengetahui gejala TBC pada Anak dan memahami tindakan apa yang perlu dilakukan apabila menemukan gejala tersebut pada anak dan menyadari betapa pentingnya Terapi Pencegahan TBC bagi anak. Harapannya buku ini dapat bermanfaat agar Anak Indonesia Sehat dan Bebas TBC.” dr. Imran Pambudi, MPHM.


Menanggapi peluncuran buku cerita anak tentang TBC, Dr. dr. Finny Fitri Yani, Sp. A(K) mewakili IDAI menyampaikan apresiasinya. “Sangat senang dan mengapresiasi inovasi edukasi tentang penyakit TBC pada anak melalui buku dan bercerita. Bercerita merupakan salah satu cara yang ampuh dalam menyampaikan pesan dan dapat diingat dengan baik serta mewarnai sikap hidup kita di kemudian hari. Buku ini telah merangkum dengan lengkap dan sederhana hal-hal yang terpenting pada anak tentang penyakit TBC pada anak, sangat mudah dipahami oleh orangtua, guru, kader, bidan, petugas kesehatan dan lain-lainnya sehingga mendapatkan 2 manfaat, wali paham dan anak juga teredukasi akan penyakit TBC. Kami mengharapkan buku ini menjadi bahan edukasi bagi orang-orang yang berperan dalam TBC”, ujarnya.


Sebagian besar kasus TBC pada anak tidak terdiagnosis karena anak-anak tidak mengakses perawatan atau tidak menganggap TBC sebagai penyebab penyakit. Secara global, diperkirakan 1,12 juta anak menderita penyakit TBC, 47% di antaranya berusia kurang dari 5 tahun. Pada 2018, 72,5% dari 1,3 juta anak di bawah 5 tahun tidak mengakses obat yang dibutuhkan. Di Indonesia, sekitar 62% kasus TBC anak di bawah 15 tahun terlaporkan dan dalam perawatan dari perkiraan 101.160 kasus TBC anak, diantara mereka, 89 anak memiliki TBC Resistan Obat (TB RO), namun hanya 29 anak yang memulai pengobatan lini kedua.


Upaya pencegahan TBC pada anak telah dilakukan Kementerian Kesehatan RI dengan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) untuk orang sehat termasuk anak-anak apabila mereka memiliki kontak erat/serumah dengan pasien TBC. Akan tetapi, baru sekitar 7.224 anak-anak di bawah 5 tahun yang menerima TPT, atau sekitar 5,9% cakupan dari mereka yang membutuhkannya. Selain itu, upaya pengobatan juga dilakukan dengan penyediaan OAT untuk anak gratis di fasilitas kesehatan milik Pemerintah.


Rangkaian kampanye Subdit TBC dan mitra peduli TBC masih berjalan sampai tanggal 29 Juli 2020. Selain peluncuran dan pembacaan buku cerita ini juga masih ada lomba video TPT dan TBC Anak, kuis TBC yang berlangsung di Instagram @tbc.indonesia, LIVE Instagram Talkshow bersama KlikDokter yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2020 di Instagram @kemenkes_ri, penyampaian testimoni dari figur publik dan Seminar TBC Anak yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Juli 2020. Pemenang lomba video dan kuis TBC akan diumumkan pada tanggal 23 Juli 2020.


Dengan terlaksananya acara ini maka telah resmi pula buku cerita ‘Hore! Tibi Sembuh’ diluncurkan. Diharapkan dengan penyajian promosi dan edukasi kesehatan yang baru melalui buku cerita ini dapat meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat mengenai penyakit TBC. Kegiatan yang berlangsung dengan meriah ini ditutup oleh Kepala Subdirektorat Tuberkulosis dengan doa dan harapan agar semua tetap sehat sampai pandemi COVID-19 ini telah berlalu di Indonesia.


Simak rekaman video acara lengkapnya disini


(021) 782 1932

©2018 Forum Stop TB Partnership Indonesia. Proudly created with Wix.com