Arifin Panigoro

Ketua Forum STOP TB PARTNERSHIP Indonesia.

FSTPI

Wamenkes Prof.Dr.Ali Ghufron Mukti, M.Sc. Ph.D melakukan pemukulan gong menandai Kick Off FSTPI.

Kick Off

Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI).

FSTPI

Komitmen Bersama dalam Penanggulangan TB di Indonesia, Istana Wapres 15 Maret 2017

Rekomendasi

Ketua FSTPI menyerahkan rekomendasi penanggulangan TB 2017 kepada Pemerintah melalui Wakil Presiden RI.

FOTO PERTEMUAN KETUA UMUM PPTI DENGAN KETUA UMUM
TIM PENGGERAK PKK



Foto bersama Ketua Umum BPP-PPTI, Ny Raisis Arifin Panigoro didampingi Ketua I BPP-PPTI, Yanti Budhisantoso dan Sekum BPP-PPTI drg. Mariani Reksoprodjo dengan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dr. Erni Guntarti Kumolo dan staf PKK Pusat usai bersilaturahmi dalam rangka menjalin kerjasama Kedua Organisasi di kantor PKK Pusat Jakarta tanggal 1 November 2017.


Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Arifin Panigoro bersilaturahmi dengan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Ny. Dr. Erni Guntarti Kumolo dalam rangka menjalin kerjasama kedua organisasi bertempat di kantor PKK Pusat Jakarta tanggal 1 November 2017.


Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro didampingi Sekum BPP-PPTI drg. Mariani Reksoprodjo sedang foto bersama dengan jajaran Pengurus PPTI Kota Depok dan laskar TB bertempat di Aula Lt.l0 Gedung Dibaleka II Balaikota Depok pada tanggal 16 Oktober 2017
FOTO PELANTIKAN PENGURUS PPTI CABANG KOTA DEPOK
MASA BAKTI 2017-2022



Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro menyematkan lencana PPTI kepada Ketua Badan Pengurus PPTI Kota Depok Masa Bakti 2017-2022 Ny. Dr. Rulliana Agustin, MmedED, PhD usai pelantikan yang dilakukan oleh Ketua PPTI Wilayah Jawa Barat bertempat di Aula Lt.l0 Gedung Dibaleka II Balaikota Depok pada tanggal 16 Oktober 2017


Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro didampingi Sekum BPP-PPTI drg. Mariani Reksoprodjo sedang foto bersama dengan jajaran Pengurus PPTI Kota Depok bertempat di Aula Lt.l0 Gedung Dibaleka II Balaikota Depok pada tanggal 16 Oktober 2017


Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro didampingi Sekum BPP-PPTI drg. Mariani Reksoprodjo sedang foto bersama dengan jajaran Pengurus PPTI Kota Depok dan laskar TB bertempat di Aula Lt.l0 Gedung Dibaleka II Balaikota Depok pada tanggal 16 Oktober 2017



Walikota Depok K.H. Dr. Mohammad Idris, MA, bersama Ketua Umum BPP-PPTI Ny. Raisis Arifin Panigoro didampingi Sekum BPP-PPTI drg. Mariani Reksoprodjo menghadiri pelantikan Pengurus PPTI Kota Depok masa bakti 2017 – 2022 bertempat di Aula Lt.l0 Gedung Dibaleka II Balaikota Depok pada tanggal 16 Oktober 2017
Berita Pers
No.06.06..2017

PENGURUS PPTI WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MASA BAKTI 2015-2020 DILANTIK

Jakarta, 16 Agustus 2017.

Berdasarkan laporan Global TB tahun 2016, incidence rate TB di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 395/100.000 penduduk, dan menempatkan Indonesia pada peringkat kedua di dunia setelah India dalam jumlah kasus. Dengan demikian, dalam 1 tahun terdapat sekitar 1 juta kasus baru TB dengan jumlah kematian sebanyak 100.000 orang. Namun, kasus TB yang dilaporkan baru sekitar 32 % atau 320.000 kasus TB, sehingga masih ada gap sekitar 680.000 kasus TB yang belum ditemukan dan atau belum dilaporkan setiap tahun.

Padahal target End TB yang ditetapkan oleh WHO pada tahun 2035 Incidence Rate adalah kurang dari 10 / 100.000 penduduk. Hal ini menunjukkan beban pekerjaan kita cukup berat, kata Ny. Rasisis Arifin Panigoro, Ketua Umum BPP-PPTI ketika melantik Pengurus PPTI Wilayah PPTI Daerah Istimewa Yogyakarta tanggal 14 Agustus 2017.

PPTI mengajak organisasi kemasyarakatan/Civil Society Organisation yang lain seperti Aisyiah melalui para kadernya untuk memberikan penyuluhan seluas-luasnya kepada masyarakat agar memahami penyakit ini, yang pada gilirannya para pasien terduga TB bersedia untuk diperiksa di Puskesmas. Apabila diagnosa TB sudah ditegakkan, para kader melakukan pendampingan pengobatan selama 6 bulan.

Ketua Umum BPP-PPTI juga mengharapkan kader-kader PKK dapat berperan aktif bekerjasama dengan PPTI. Dengan konsep Dasa Wisma PKK, kami optimis pasien TB dapat ditemukan, sehingga kita dapat memberikan kontribusi dalam rangka menemukan kasus. Dapat dibayangkan, apabila setiap tahun masih tersisa gap yang cukup besar, maka akan semakin banyak kasus di masyarakat, dan ini berarti tingkat penularan di masyarakat menjadi sangat tinggi.

Ny. Raisis menegaskan, dari sisi organisasi, pengurus yang melaksanakan pelatihan kader dan berbagai program PPTI adalah pengurus cabang, yaitu tingkat kabupaten/kota. Oleh karena itu, secara organisasi, kami harapkan Pengurus PPTI Wilayah mengembangkan kepengurusan ke tingkat kabupaten / kota dan senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Raisis Arifin Panigoro mengharapkan Ibu Gusti Kanjeng Ratu Hemas selaku Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Kehormatan Pengurus Wilayah PPTI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berkenan memfasilitasi pembentukan PPTI Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Dengan demikian dapat terjalin kerjasama yang baik dengan berbagai organisasi kemasyarakatan ditingkat RT, RW, kelurahan/desa untuk memberikan penyuluhan, menemukan kasus, dan mendampingi pasien TB berobat sampai tuntas. Pengurus PPTI Wilayah DIY masa bakti 2017-2022 dapat klik di sini

Berita ini disiarkan oleh Badan Pengurus Pusat PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com.

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo.
Sekretaris Umum






Berita Pers
No.06.06.226.2017

PELANTIKAN PENGURUS PPTI PUSAT MASA BAKTI 2017-2022

Jakarta, 4 Oktober 2017.
Sesuai program Penanggulangan Tuberkulosis (TB) Nasional, tugas pemerintah adalah menemukan kasus dan melakukan pengobatan termasuk menyediakan obat. Sedangkan tugas PPTI adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat, dan memberikan pendampingan pasien yang diobati agar dapat menjalani pengobatan sampai sembuh.
Hal itu disampaikan Ny. Raisis Arifin Panigoro, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat PPTI (BPP-PPTI) ketika melantik Badan Pengurus Pusat PPTI masa bakti 2017-2022 tanggal 3 Oktober 2017 di Ruang Serbaguna PPTI, Jakarta. Dalam acara tersebut juga dilantik Badan Pengawas PPTI Pusat oleh Ketua Badan Pengawas PPTI Pusat Dr. Achmad Sujudi, Sp.B., MHA
PPTI yang didirikan tanggal 20 Mei 1968, telah beberapa kali melakukan kesepakatan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI. Pada tanggal 24 Maret tahun 2004 ditandatangani Piagam Kerjasama antara Prof. Dr. Umar Fahmi Achmadi, MPH, PhD Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan atas nama Menteri Kesehatan RI dan Ny. Ratih Siswono Yudo Husodo, SH Ketua Umum PPTI. Dalam piagam ini ditetapkan untuk segera disusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) bersama antara Direktorat Pemberantasan Penyakit Menular Langsung dengan Pengurus Pusat PPTI selambat-lambatnya 1 bulan setelah ditandatanganinya piagam. Namun, RPK tersebut baru disusun pada awal tahun 2010 yang meliputi peningkatan kemitraan, mobilisasi sosial, penyuluhan, advokasi, optimalisasi peran Pengawas Minum Obat (PMO), serta kegiatan penelitian dan pertemuan ilmiah tentang peningkatan aksesibilitas dan mutu pelayanan kepada penderita.
Ny. Raisis menegaskan, tugas utama PPTI dalam membantu pemerintah menanggulangi masalah TB, yaitu melakukan penyuluhan dan membantu pasien TB yang tidak mampu sebatas kemampuan organisasi.
“Kami menyadari bahwa, tentunya tidak sekadar menyuluh, tetapi harus ada hasilnya berupa dirujuknya pasien terduga TB ke Puskesmas sampai dengan ditegakkannya diagnosa dan pendampingan pengobatannya sampai sembuh. Kegiatan tersebut dilakukan oleh para kader yang sudah dilatih, dan agar berjalan efektif dan efisien, PPTI Pusat menjalin kerjasama dengan Tim Penggerak PKK Pusat, tentang pelatihan kader PKK”, imbuh Ny. Raisis.
Rencana Pelaksanaan Kegiatan inilah yang menjadi rujukan disusunnya Rencana Strategis (Renstra) PPTI tahun 2010 - 2014 dan merupakan Renstra PPTI yang pertama. Dan selanjutnya pada tahun yang sama disusun pula Pedoman Teknis Pengorganisasian Pengurus PPTI edisi pertama.
Sedangkan Renstra PPTI tahun 2015 - 2019 dan Pedoman Teknis edisi kedua tersusun pada saat Konferensi Kerja PPTI pada Mei 2015 beserta beberapa pedoman lainnya.
Jajaran PPTI Pusat masa bakti 2017 - 2022 agak berbeda dengan kepengurusan masa bakti yang lalu. Khusus untuk Badan Pengurus disusun " lebih ramping ", Badan Pengawas tetap 5 orang yang terdiri dari Ketua dan 4 orang anggota, Badan Pelaksana terdiri dari Ketua dan 2 orang anggota, dan pada periode ini dibentuk Tim Pertimbangan yang terdiri dari Ketua dan 4 orang anggota. Susunan selengkapnya ... : klik di sini
.
Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia, Arifin Panigoro dan beberapa pejabat dari Sudinkes Jakarta Selatan.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum










25 KADER DI BATANGTORU DILATIH MEMBERANTAS TUBERKULOSIS


Fasilitator tengah memberikan pemahaman kepada para kader mengenai kondisi Indonesia darurat tuberkulosis (TB), 11-14 September 2017.

Tapsel, R88 – Data World Health Organization (WHO) Global Tuberculosis Report 2016 menunjukkan Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia.

TB menduduki peringkat keempat penyebab kematian, setelah penyakit kardiovaskuler. Adapun, terdapat 1 juta kasus TB baru per tahun di Indonesia, tapi hanya 32% yang terlaporkan, sementara 68% sisanya belum ditemukan atau tidak dilaporkan.

Tingginya ancaman kematian dari penyakit TB itu mendorong PT Agincourt Resources, sebagai pengelola Tambang Emas Martabe menggelar pelatihan dalam upaya mengurangi laju penyebaran tuberkulosis (TB).

Pelatihan yang berlangsung 12-14 September 2017 di Puskesmas Batangtoru, Tapanuli Selatan itu, diikuti 25 orang kader kesehatan dari Batangtoru dan Muara Batangtoru.

Kader dibekali pengetahuan situasi terkini dan program pemberantasan TB di Indonesia, bagaimana berkomunikasi secara efektif kepada masyarakat soal TB, hingga pendampingan pengobatan pasien.

Senior Manager Community Relations and Community Development PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi menyebutkan kurangnya pengetahuan tentang TB di masyarakat seringkali mengakibatkan penderita terlambat mengobatinya.

Dia menyebutkan pelatihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam upaya penanggulangan TB.

“Selain itu, kami juga menargetkan para kader mampu membantu para penderita TB menjalani pengobatan hingga sembuh, sehingga akan menurunkan jumlah penderita TB di Batangtoru dan Muara Batangtoru,” jelas Pramana. (roben)

https://reporter88.com/25-kader-di-batangtoru-dilatih-memberantas-tuberkulosis/
.