Minum es menghambat penyembuhan TB, siapa bilang?
- Stop TB Partnership ID

- 15 Jan
- 2 menit membaca

Ilustrasi es atau air putih dingin.
Anggapan bahwa minum es bisa memperburuk batuk sudah lama hidup di masyarakat. Hal yang sama juga dikaitkan dengan Tuberkulosis (TB). Tapi, apakah klaim ini bisa dibuktikan secara medis?
Faktanya, tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa minuman dingin memperburuk penyakit TB, meningkatkan penularan, atau secara langsung bereaksi negatif terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Karena pada dasarnya, TB disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis di paru-paru atau organ lain, sehingga perjalanan penyakit, penularan, dan pengobatannya dipengaruhi oleh infeksi bakteri dan imunitas, bukan suhu makanan atau minuman. Dengan begitu, tidak ada pantangan bagi orang dengan TB untuk mengonsumsi es, dalam hal ini air putih dingin tanpa tambahan lain.
Namun, jika yang dikonsumsi adalah es teh, es kopi, atau es krim, jumlahnya perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi. Sebab, minuman dengan gula tambahan tidak disarankan untuk dikonsumsi secara terus menerus. Terlebih minuman berkafein seperti kopi dan teh tidak boleh dibarengi dengan OAT karena dapat menghambat kerja obat.
Lain hal jika es yang dikonsumsi terbuat dari air mentah atau tidak terjamin kebersihannya, sehingga mungkin saja mengandung bakteri jahat.
Di sisi lain, sensitivitas setiap orang berbeda. Jika konsumsi es malah memicu batuk, sebaiknya dihindari. Tapi, bila tidak ada reaksi negatif, konsumsi es boleh dilanjutkan. Sementara jika ingin meredakan batuk, air hangat lebih dianjurkan karena bisa membantu mengencerkan dahak.
Kesimpulannya, minum es yang hanya terbuat dari air putih dingin saat sakit TB, boleh boleh saja. Tapi jika esnya mengandung gula, jelas perlu dibatasi. Konsumsi air hangat, sebenarnya, lebih direkomendasikan agar tenggorokan terasa lebih nyaman.
Makanan tinggi kalori dan tinggi protein
Selain kepatuhan minum obat, pemenuhan gizi seimbang sangat penting untuk mempercepat pemulihan orang dengan TB.
Nutrisi yang paling mereka butuhkan adalah kalori dan protein untuk menambah berat badan, memperkuat daya tahan tubuh, serta melawan infeksi.
Menurut WHO, kebutuhan pasien TB akan kalori dan protein bisa lebih banyak dibandingkan orang sehat, yakni 1,2 sampai 1,5 gram per kilogram berat badan. Jika berat badan orang dengan TB adalah 60 kilogram, maka memerlukan asupan energi sebesar 2100-2400 kkal dan asupan protein sebesar 72-90 gram per hari.
Lalu, jenis makanan apa saja yang direkomendasikan?
Pertama, telur rebus yang mengandung nutrisi lengkap dan mudah dicerna.
Kedua, kacang-kacangan seperti kacang mete dan edamame yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Ketiga, tahu dan tempe yang berguna meregenerasi jaringan tubuh setelah infeksi.
Keempat, sayuran hijau yang bermanfaat memperkuat sistem kekebalan tubuh sekaligus mengatasi efek samping obat pada pencernaan.
Kelima, Greek yogurt mengandung probiotik baik untuk menjaga keseimbangan flora usus yang terganggu akibat penggunaan obat-obatan TB.
Terakhir, pastikan istirahat cukup, kelola stres dengan baik, dan olahraga ringan agar sistem imun kuat melawan bakteri.
















Komentar