Mengenal TB Ginjal: Gejala, Deteksi, hingga Pengobatan
- Stop TB Partnership ID

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Diperbarui: 4 jam yang lalu

Beberapa waktu terakhir dunia musik menginformasikan kabar duka dari vokalis Band Element, Lucky Widja, yang meninggal pada 25 Januari 2026 akibat komplikasi ginjal imbas Tuberkulosis (TB) ginjal yang dialaminya sejak 2022 lalu. Akibat TB ginjal tersebut membuat ginjalnya bermasalah sehingga harus dilakukan cuci darah seminggu 2 kali dalam setahun terakhir.
Apa itu TB ginjal?
Tuberkulosis (TB) ginjal merupakan penyakit TB ekstra paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut umumnya menyerang paru-paru, namun tetap dapat menginfeksi organ tubuh lainnya termasuk ginjal. Mekanisme terjadinya TB ginjal sendiri dimulai dengan infeksi TB paru atau TB laten kemudian menyebar melalui darah dan masuk ke ginjal. Menurut jurnal kesehatan, Acta Medica Indonesiana, kejadian TB ginjal sendiri diketahui sangat jarang, bahkan hanya 3-4% kejadian pada TB ekstra paru yang seringkali terabaikan akibat gejalanya yang sangat mirip dengan penyakit lainnya.
Apa saja gejala TB ginjal?
Dalam dunia medis, TB ginjal umumnya tidak menunjukkan gejala spesifik namun pasien kerap mengalami nyeri panggul dan hematuria (urine berdarah) yang mungkin terjadi. Penelitian di Universitas Padjajaran pada 2019 menyatakan bahwa seorang pria usia 39 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan atau gejala seperti demam ringan dan oliguria (urine sedikit) dalam 5 bulan terakhir. Tidak ada gejala batuk, sesak napas, atau pun berkeringat di malam hari. Ia juga tidak merokok dan tidak ada riwayat positif TB. Kultur urin positif Candida glabrata atau jamur yang menyerang saluran kemih dan pencernaan. Foto rontgen paru menunjukkan fibrosis pleura kanan.
Berdasarkan riwayat tersebut, awalnya Ia didiagnosis sebagai mieloma multipel (salah satu jenis kanker darah) dengan infeksi jamur. Namun setelah dilakukan terapi tidak menunjukkan perbaikan. Kemudian dievaluasi kembali urinnya untuk dilakukan tes TB. Sputum dahak juga dilakukan tes basil tahan asam. Hasil keduanya menunjukkan positif bakteri TB.
Bagaimana mendeteksi TB ginjal?
Apabila kamu mengalami gejala tersebut yang sudah berlangsung lama, ada baiknya melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Biasanya tenaga medis akan melakukan prosedur pemeriksaan. Dalam buku medis StatPearls chapter Genitourinary Tuberculosis, TB ginjal dapat dilakukan evaluasi dengan urinary polymerase chain reaction (PCR) test atau PCR urine. Selain itu juga dapat dilakukan pengujian Lipoarabinomannan (LAM) pada urine, semacam deteksi dinding sel bakteri TB pada urine. Tak hanya itu, metode lainnya dapat menggunakan smear microscopy yang menggunakan sampel urine untuk pemeriksaan basil tahan asam yang dilakukan menggunakan pewarnaan Ziehl–Neelsen pada media tertentu.
Bagaimana pengobatan TB ginjal?
Seperti TB pada umumnya, TB ginjal dapat diterapi dengan pemberian Obat Antituberkulosis (OAT) atau lepasan sesuai dengan anjuran dokter. Apabila terdapat komplikasi lebih parah maka dapat dilakukan operasi untuk tindak lanjut. Komplikasi TB ginjal dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan sakit, ada yang mengalami gagal ginjal, penyebaran bakteri ke saluran kemih hingga organ genital lainnya. TB ginjal sendiri dapat disembuhkan dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter.
Meski terdengar serius, TB ginjal dapat ditangani dan dicegah jika dikenali sejak dini dan diobati dengan tepat. Untuk mencegah kejadian penyakit, ada baiknya kita menjaga kesehatan dengan terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan makanan yang bergizi, olah raga teratur, tidur yang cukup, kelola stres dan hindari rokok serta alkohol. Apabila ada gejala penyakit seperti diatas, segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat.
Ayo lindungi diri sendiri dan orang-orang tercinta. Deteksi dini menyelamatkan, dan kepedulian adalah langkah awal menuju hidup yang lebih sehat.
















Komentar