Our Recent Posts

Tags

Banyak Terduga TBC Belum Ditemukan, Desa Sandik Susun Profil dan Rencana Aksi Penanggulangan TBC


SANDIK – Tingginya estimasi kasus tuberkulosis (TBC) pada tahun 2020 di Kabupaten Lombok Barat memberikan potensi yang tinggi untuk peningkatan penularan pada masyarakat. Sebab, dari jumlah total 2.513 kasus TBC di Lombok Barat baru ditemukan sejumlah 763 orang atau sekitar 30,36%. Sehingga masih banyak kasus terduga TBC yang belum ditemukan.


Dalam paparannya, Kepala Puskesmas Meninting, Zaenal Abidin menyampaikan bahwa selama tiga tahun berturut-turut (2018-2020), Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat menjadi peringkat pertama dengan jumlah kasus terbanyak dibandingkan 8 desa lainnya di Lombok Barat. Hal ini menjadikan penting adanya Profil TBC Desa untuk menjadi acuan penyusunan rencana penanggulangan TBC di Desa Sandik, Sekaligus menjadi indikator Desa Siaga TBC mengingat Desa Sandik telah dibentuk menjadi desa siaga TBC pada 26 Maret 2021 setelah Hari Tuberkulosis Sedunia yang bekerjasama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI).


Pada 30 April hingga 1 Mei 2021, Pemerintah Desa Sandik bekerjasama dengan STPI melakukan penyusunan profil TBC. Profil TBC ini berisi tentang informasi dan situasi TBC di desa yang disusun secara partisipatif sehingga dapat menjadi pedoman dalam menyusun rencana aksi desa untuk pencegahan dan penanggulangan TBC.


“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh STPI dan berterima kasih kepada Bapak Ibu sekalian yang telah hadir dalam penyusunan Profil TBC Desa Sandik. Kami mengetahui bahwa dokumen profil TBC ini penting adanya untuk menjadi acuan dalam pencegahan dan penanggulangan TBC di desa mengingat kita menjadi desa dengan jumlah kasus tertinggi di Lombok Barat. Kami akan mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat, terutama Pemerintah Desa, kepala dusun, dan para kader, sehingga kita bisa menuntaskan permasalahan TBC ini bersama.” ucap Kepala Desa Sandik, H. Abdul Rahman dalam pembukaannya.


Bertempat di Balai Desa Sandik, kegiatan penyusunan Profil TBC Desa Sandik diawali dengan sambutan dari Kepala Desa, dilanjutkan dengan diskusi aktif peserta yang dipandu oleh Rohani Inta Dewi sebagai fasilitator. Diskusi tersebut menghasilkan identifikasi permasalahan TBC dan solusi serta menghasilkan dokumen draf final profil TBC Desa Sandik.


“Kasus TBC di Desa Sandik ini tergolong tinggi, namun masyarakat dan pemerintah desa belum mengetahui sebab akibat dari kasus TBC tersebut. Melalui diskusi dalam penyusunan profil ini, masyarakat dan Pemerintah Desa mengetahui penyebab dari permasalahan TBC di desa sehingga dapat membuat solusi bersama untuk mengatasi hal tersebut. Solusi permasalahan tersebut akan dituangkan atau diusulkan ke dalam rencana aksi desa.” ujar Lalu Hadi Irawan, Staf Lapangan STPI.


Selanjutnya, pada 2-3 Mei 2021 dilakukan penyusunan rencana aksi desa (RAD) untuk pencegahan dan penanggulangan TBC yang bertempat di Balai Desa Sandik. Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Desa, BPD, Pengurus Tim Desa Siaga TBC, Karang Taruna, PKK, Poskesdes, Organisasi Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Keluarga Pasien TBC. RAD ini berisi dokumen yang menggambarkan rencana kegiatan sesuai dengan profil TBC desa. Nantinya RAD pencegahan dan penanggulangan TBC ini akan dijalankan selama tiga tahun ke depan, tutur Lalu Hadi Irawan, Staf Lapangan STPI.