top of page
Single Post: Blog_Single_Post_Widget

Belum Banyak yang Tahu Kalo TB Bisa Menular Lewat Susu Sapi, Kok Bisa?

Ilustrasi susu sapi mentah
Ilustrasi susu sapi mentah

Ternyata Tuberkulosis (TB) itu bisa menular lewat susu juga, bukan cuma lewat batuk atau bersin aja. Dilansir dari Detik.com, di Singapura tahun 2021 ada seorang pria positif TB yang ternyata tertular lewat susu sapi, kok bisa ya?


Jadi, TB itu penyebab utamanya adalah bakteri bernama Mycobacterium. Ternyata bakteri ini ada jenisnya loh. Umumnya bakteri yang menyerang manusia adalah Mycobacterium tuberculosis, nah yang dialami pria di Singapura tersebut jenis bakterinya adalah Mycobacterium bovis atau M. bovis


M. bovis umumnya menyerang hewan ternak maupun hewan penghasil susu seperti sapi, kerbau, domba, dll. Bakteri ini bisa masuk ke tubuh manusia lewat susu mentah atau produk olahan susu yang dikonsumsi tanpa melalui proses pasteurisasi, maupun daging dimasak tidak matang dari hewan yang telah terkontaminasi M. bovis


Di Singapura sendiri kasus TB M. bovis pada manusia sangat jarang, sementara di Amerika Serikat kasus TB M. bovis yang menyerang manusia kurang dari 2%. Sampai saat ini belum ada informasi yang pasti terkait kejadian TB M. bovis pada manusia di Indonesia. 


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, orang yang berisiko mengalami sakit TB M. bovis adalah para pekerja ternak, pekerja di ternak sapi perah, pekerja di rumah potong hewan, sebagai tukang daging, atau pemburu hewan. Kasus di Singapura tersebut terjadi pada pria yang sudah lama bekerja, hampir 28 tahun, di ternak sapi perah yang setiap harinya minum setidaknya 1 gelas susu sapi mentah tanpa dipasteurisasi. 


Gejala sakit yang dialami hampir mirip dengan TB pada umumnya seperti, batuk, demam, penurunan berat badan, dan berkeringat di malam hari. Jenis TB M. bovis ini juga bisa menular dari manusia ke manusia lewat udara, walaupun bersifat zoonosis atau penularannya dari hewan ke manusia. Namun, kasus pada pria tersebut diketahui bahwa keluarganya tidak ada yang terinfeksi TB dengan jenis M. bovis setelah dilakukan investigasi kontak.  


Pendeteksian TB M. bovis juga hampir mirip dengan TB pada umumnya, namun sebagai pembeda perlu dilihat jenis bakterinya dengan kultur pewarnaan khusus atau dapat menggunakan whole genome sequences. Pengobatannya pun sama seperti TB pada umumnya yaitu dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), walaupun M. bovis umumnya resisten terhadap pyrazinamide yang tidak menjadi masalah besar karena TB umumnya menggunakan kombinasi dari beberapa obat yang berbeda. 


Artikel Lainnya

Artikel Terbaru

HUBUNGI KAMI

Klinik JRC-PPTI, Jl. Sultan Iskandar Muda No.66A Lt 3, Kby. Lama Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240

Telp: +62 852-8229-8824

  • Instagram
  • twitter
  • facebook
  • Youtube
bottom of page