Batuk lebih dari dua minggu, keringat dingin di malam hari padahal AC nggak nyala, berat badan turun tanpa sebab jelas, kalau kombinasi ini terasa familiar, jangan buru-buru panik, tapi juga jangan diabaikan. Bisa jadi itu gejala Tuberkulosis (TB), penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Banyak yang mengira TB cuma menyerang paru-paru. Padahal, bakteri ini bisa "mampir" ke hampir semua organ tubuh, kecuali rambut, kuku, dan gigi. Makanya, jenis pemeriksaan TB pun beragam, tergantung organ yang dicurigai dan tujuan pemeriksaannya (mendiagnosis TB aktif atau sekadar skrining). Sebelum ke rumah sakit atau puskesmas, yuk kenalan dulu sama jenis-jenis tesnya, biar nggak kaget soal prosedur maupun biayanya.
1. Tes Cepat Molekuler (TCM)
Bisa dibilang ini "primadona"-nya tes TB. Begitu dokter curiga ada gejala aktif TB, TCM biasanya jadi pilihan pertama. Sampelnya diambil dari dahak, jadi kamu akan diminta batuk dan mengeluarkan dahak ke dalam pot khusus.
TCM direkomendasikan langsung oleh WHO dan Kemenkes RI karena akurasinya tinggi, sekitar 85–95%, dan hasilnya keluar cukup cepat, hanya dalam 2–3 jam.
2. Tes Mantoux (Tuberkulin)
Sering disebut juga tes tuberkulin, ini adalah tes yang umum dilakukan pada anak-anak, meski orang dewasa juga bisa menjalaninya untuk deteksi TB laten atau skrining awal. Caranya dengan menyuntikkan cairan khusus di bawah kulit lengan, lalu hasilnya dibaca setelah 48–72 jam.
Catatan penting: tes ini tidak bisa berdiri sendiri. Hasil positif tetap perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang lain sebelum seseorang dinyatakan positif TB.
(Prosedur lengkapnya bisa dilihat di video STPI: Part 1 dan Part 2)
3. IGRA (Interferon Gamma Release Assay)
Kalau kamu lebih nyaman diambil darahnya daripada disuntik di kulit atau disuruh berdahak, IGRA bisa jadi opsi. Tes ini menggunakan sampel darah dan hasilnya keluar dalam 24–48 jam.
Sama seperti Mantoux, IGRA juga tidak bisa menegakkan diagnosis TB aktif sendirian, fungsinya lebih ke arah skrining, untuk melihat potensi seseorang terpapar bakteri TB.
4. Rontgen (X-Ray)
Selain TCM, rontgen dada adalah senjata andalan lain untuk mendeteksi TB, terutama untuk skrining. Meski paling sering memeriksa paru-paru, rontgen juga bisa diarahkan ke organ lain sesuai dugaan dokter, misalnya tulang kaki atau tulang punggung. Hasilnya biasanya keluar dalam 24–48 jam, dan tetap perlu didukung pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosis.
5. Tes Bakteriologis (Kultur Dahak)
Ini "tetua"-nya tes TB, sudah dipakai jauh sebelum TCM populer. Sampelnya sama-sama dahak, tapi dibiakkan dulu di media khusus untuk memastikan ada-tidaknya bakteri. Prosesnya lebih lama, 3–7 hari, tapi punya kelebihan: bisa mendeteksi apakah bakteri TB sudah resisten obat atau belum.
6. CT Scan dan MRI
Untuk kasus TB yang menyerang organ di luar paru-paru (disebut TB ekstra paru), misalnya di kepala atau organ lain, CT Scan dan MRI berperan memastikan lokasi dan tingkat keparahan infeksi. Hasilnya umumnya tersedia dalam 24–48 jam.
| No. | Nama Tes | Jenis sampel/organ | Lama hasil | Estimasi biaya* |
| 1 | Tes Cepat Molekuler (TCM) | Dahak | 2-3 jam | 800.000-1.100.000 Sumber:https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/mitra-keluarga-deltamas/skrining-tbc |
| 2 | Mantoux | Di bawah kulit | 48-72 jam | 250.000-350.000 Sumber:https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/rumah-sakit-sumber-waras/skrining-tbc |
| 3 | IGRA (interferon gamma release assay) | Darah | 24-48 jam | 950.000-2.500.000 Sumber:https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/pulmonologi/skrining-tbc?page=1 |
| 4 | Rontgen/X-Ray | Paru-paru/organ terkait | 24-48 jam | 500.000-1.000.000 Sumber:https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/rumah-sakit-premier-jatinegara/skrining-tbc |
| 5 | Tes bakteriologis (kultur dahak) | Dahak | 3-7 hari | 500.000-800.000 Sumber:https://www.alodokter.com/cari-rumah-sakit/rs-emc-sentul/skrining-tbc |
| 6 | CT Scan dan MRI | Organ tertentu | 24-48 jam | 1.000.000-5.000.000 |
*Pemeriksaan yang dilakukan di klinik atau rumah sakit swasta
Jenis tes diatas adalah pemeriksaan yang dilakukan di fasilitas kesehatan swasta atau yang tidak terintegrasi dengan program pemerintah. Seluruh pemeriksaan yang disebutkan tersebut tersedia GRATIS bila dilakukan di faskes pemerintah atau yang bekerjasama dengan pemerintah, seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah.
Pengobatan TB
Umumnya pengobatan TB dilakukan selama minimal 6 bulan. Namun bisa diperpanjang hingga 9 bulan bila belum menunjukkan hasil negatif. Tetapi untuk TB resisten obat, pengobatan bisa memakan waktu hingga 24 bulan lamanya. Biaya pengobatan TB paru ditanggung pemerintah atau GRATIS apabila pengobatan dilakukan di faskes pemerintah, seperti puskesmas dan rumah sakit.
Poin paling penting: semua tes di atas GRATIS jika dilakukan di fasilitas kesehatan pemerintah atau yang bekerja sama dengan pemerintah, seperti puskesmas dan rumah sakit rujukan. Jadi, biaya di atas hanya berlaku kalau kamu memilih jalur swasta.
Gimana Cara Tes TB?
- Lewat faskes swasta: tinggal datang dan minta pemeriksaan TB langsung.
- Lewat faskes pemerintah: mulai dari puskesmas terdekat. Kalau gejala mengarah ke TB, dokter akan merujuk untuk tes dahak (TCM atau kultur, tergantung ketersediaan alat). Jika perlu pemeriksaan tambahan seperti rontgen, biasanya akan dirujuk ke rumah sakit karena puskesmas umumnya belum punya alat rontgen sendiri.
Soal Pengobatan, Jangan Khawatir Ongkos
Pengobatan TB standar berlangsung minimal 6 bulan, bisa diperpanjang sampai 9 bulan kalau hasil belum negatif. Untuk kasus TB resisten obat, pengobatan bisa memakan waktu sampai 24 bulan.
Kabar baiknya seluruh biaya pengobatan TB paru ditanggung pemerintah alias gratis, selama dilakukan di faskes pemerintah seperti puskesmas dan rumah sakit rujukan pemerintah.





