

Tentang Kami
Kami berasal dari berbagai latar belakang, dimana perbedaan itu justru memperluas cara dan perpsektif kami memandang penanggulangan TB
STPI menjadi simpul kemitraan untuk mempertemukan sektor swasta, pemerintah, dan Organisasi Masyarakat (OMS) lain dalam program penanggulangan TB di Indonesia. Kami bekerja sebagai organisasi kolaboratif yang menyelaraskan berbagai aktor lintas sektor untuk memperkuat advokasi, program, dan memperluas akses layanan TB. Dengan menghubungkan kebijakan, sumber daya, dan masyarakat, STPI memastikan respons TB di Indonesia terkoordinasi secara nasional, berdampak, dan berkelanjutan.
Visi
Indonesia bebas TB di mana setiap orang yang membutuhkan dapat mengakses pencegahan dan perawatan berkualitas
Misi
Meningkatkan akses yang berkeadilan untuk pencegahan dan perawatan TB yang berkualitas
Tujuan
Mendorong pengembangan dan implementasi kebijakan terkait TB melalui advokasi kepada pemangku kepentingan.
Mendorong penguatan tata kelola program TB lintas sektor.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TB untuk mencari layanan kesehatan secara proaktif.
Mendorong ketersediaan dan akses layanan TB berkualitas, berbasis hak dan berpusat pada pasien.
Meningkatkan mobilisasi dan pemanfaatan sumber daya penanggulangan TB secara efektif dan efisien.

MENDORONG ELIMINASI TB
Lihat Rencana Strategis (Renstra) STPITim kami
MIMPI YANG BESAR HARUS DIDUKUNG OLEH TIM YANG KUAT
Kami yakin bahwa tim yang bisa bekerjasama dengan baik adalah kunci keberhasilan program maupun kegiatan dalam menggapai eliminasi TB 2030 di Indonesia. Dengan berbagai latar belakang, kami percaya akan memperkaya pandangan maupun strategi yang perlu dilakukan maupun diperkuat untuk program TB yang berkelanjutan.
Sejarah STPI
Sejak awal perjalanan, tujuan kami adalah untuk mendukung penanggulangan TB di Indonesia
Berawal dari perkumpulan dan pertemuan, kami memulai untuk berkomitmen dalam mendukung penanggulangan TB di Indonesia. Akhirnya komitmen ini terus berlanjut tidak hanya dari forum tapi sebagai organisasi nirlaba yang terus memberikan dampak berkelanjutan hingga eliminasi TB terwujud.

2013
Awal mula
Ir. Arifin Panigoro mengusulkan pendirian Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) dalam Forum Stop TB Partnership se-Asia di Korea Selatan. Pada tahun yang sama, FSTPI resmi dikukuhkan oleh Wakil Menteri Kesehatan periode 2011-2017, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.
2014-2017
Wadah Kolaborasi TB
FSTPI menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan 2nd Forum of National Stop TB Partnership in South-East Asia, Western Pacific and East Mediterranean Regions pada 3-4 Maret 2014 di Jakarta. Hingga tahun 2016, FSTPI terus aktif mewadahi koordinasi dan kolaborasi multipihak serta lintas sektor. Memasuki tahun 2017, Ir. Arifin Panigoro mendorong FSTPI agar bergerak lebih strategis. Hal ini diwujudkan melalui persiapan intensif menjelang pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nation High-Level Meeting on Tuberculosis (UN HLM on TB) pada tahun 2018.


2018
Terbentuknya Yayasan
Pada 23 Mei 2018, Ir. Arifin Panigoro meresmikan FSTPI menjadi Yayasan Kemitraan Strategis Tuberkulosis (STPI) agar dapat mengelola donor dan memperluas gerakan eliminasi TBC. STPI juga berkolaborasi dengan Pemerintah RI untuk menyelenggarakan dua side events di UN HLM on TB.
2019-2020
Donor Pertama
STPI mengawali tahun 2019 dengan menerima donor pertama dari Sanofi untuk kampanye Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dan dana Challenge Facility for Civil Society (CFCS) untuk penguatan kapasitas POP TB. Selain itu, STPI bersama Kementerian Kesehatan sukses menggelar Pertemuan Tingkat Tinggi ke-1 tentang TB dan melakukan audiensi dengan Presiden Joko Widodo. Pada 2020, STPI menginisiasi Gerakan Bersama Eliminasi TB 2030 di Cimahi bersama Presiden Joko Widodo. Pada saat yang sama, STPI juga mengajukan diri sebagai Principal Recipient (PR) Konsorsium Penabulu-STPI untuk mengelola dana hibah Global Fund.


2021-2022
Program Daerah Pertama
STPI mengawali pembentukan Desa Siaga TB di Sumenep dan Lombok Barat pada 2021, sekaligus mengadvokasi pemanfaatan dana desa dan menjalankan program ADVANCE-TB. Momentum ini diperkuat dengan disahkannya Perpres Nomor 67 tentang Penanggulangan TBC. Pada 2022, terminasi pendampingan di dua daerah tersebut diberikan kepada pemerintah desa. Pada tahun yang sama, STPI menjadi co-host di Side Event Tuberculosis G20 di Yogyakarta.
2023-2025
Mendorong Advokasi dan Kampanye Tingkat Nasional
Pada 2023, STPI melakukan advokasi nasional untuk mendukung Public-Private Mix (PPM) dalam penanggulangan TB, serta resmi bergabung dengan Konsorsium TB FREE. Memasuki 2024, STPI menggandeng generasi muda melalui gerakan Institut Caraka TB, sekaligus membantu pemerintah menyosialisasikan regimen BPaL/BPaLM untuk memperpendek durasi pengobatan TB. Sementara pada 2025, STPI merangkul para jurnalis lewat TB Fellowship Program guna menyuarakan isu-isu TB secara lebih luas.


2026
Skrining TB dengan X-ray Portable
STPI menjalankan program Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS). Program ini berfokus pada penemuan kasus melalui skrining menggunakan portable X-ray berbasis AI. Program ini juga mencakup pemberian obat dan TPT, serta penyediaan dukungan nutrisi dan psikososial bagi pasien TB Resisten Obat (TB-RO).
2030
Target SDGs 3.3 Eliminasi TB
STPI berkomitmen penuh mendukung tercapainya target SDGs 3.3 pada tahun 2030 demi mewujudkan Indonesia bebas dari TB.


