Loading

LOADING

Loading

LOADING

Stop TB Partnership Indonesia
08 September 2026
Karier
7 menit baca

KESEMPATAN KARIER DISTRICT MONITORING, EVALUATION & LEARNING (DMEL) OFFICER Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS)

KESEMPATAN KARIER DISTRICT MONITORING, EVALUATION & LEARNING (DMEL) OFFICER Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS)

TENTANG STPI

Stop TB Partnership Indonesia (STPI), yang secara resmi dikenal sebagai Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, telah menjadi bagian terdepan dalam upaya masyarakat sipil untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia sejak tahun 2018. Selama perkembangannya, STPI telah memantapkan perannya sebagai mitra utama Pemerintah Indonesia dengan mempertemukan komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat respons nasional terhadap TB. Dengan pengalaman, jangkauan, dan keahlian teknis yang luas, STPI telah memperoleh kepercayaan dari berbagai mitra sebagai salah satu penggerak utama dalam upaya penanggulangan TB di Indonesia.

LATAR BELAKANG PROYEK

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling mendesak di Indonesia. Pada tahun 2024, diperkirakan terdapat 1.092.000 kasus TB di Indonesia, dengan 856.420 kasus telah ditemukan dan dilaporkan, termasuk 12.128 kasus TB resistan obat (DR-TB). Meskipun terdapat kemajuan dalam penemuan dan pelaporan kasus, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam cakupan dan inisiasi pengobatan. Sebagai contoh, dari kasus DR-TB yang telah ditemukan dan dilaporkan, hanya 9.573 pasien yang telah memulai pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan juga masih menunjukkan kesenjangan antarwilayah, dengan beberapa wilayah mencatat tingkat keberhasilan sebesar 85% untuk TB sensitif obat (DS-TB) dan hanya 59% untuk DR-TB. Selain itu, inisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih sangat rendah, yaitu 19,4% pada tahun 2024.

Proyek Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS) dikelola oleh Stop TB Partnership dengan dukungan Pemerintah Amerika Serikat. Di Indonesia, proyek ini dilaksanakan oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) untuk periode perpanjangan Maret 2026 hingga pertengahan November 2026. Proyek ini berfokus pada penguatan penemuan kasus tuberkulosis (TB), peningkatan layanan pengobatan, perluasan keterlibatan masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di 52 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Proyek FC-SDS bertujuan untuk menyelamatkan jiwa, mengurangi penularan TB, serta melindungi kelompok rentan dari epidemi TB yang masih berlangsung di Indonesia. Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan dinas kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan unsur masyarakat untuk memperkuat layanan TB, baik di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan maupun komunitas.

Kegiatan utama proyek meliputi penemuan kasus TB secara dini, peningkatan inisiasi dan kepatuhan terhadap pengobatan, perluasan cakupan TPT, penguatan dukungan bagi pasien selama menjalani rangkaian pengobatan TB dan TB Resistan Obat (DR-TB), serta penguatan mekanisme peningkatan mutu layanan DR-TB secara berkelanjutan.

KESEMPATAN BERGABUNG

Kami mencari District MEL Officer untuk bergabung sebagai staf penuh waktu dalam tim Proyek FC-SDS, di bawah supervisi District Coordinator.

INFORMASI POSISI

Nama Jabatan: District MEL Officer
Atasan Langsung: District Coordinator
Status: Staf Penuh Waktu (LOE 100%)
Durasi: 1,5 bulan, dengan kemungkinan perpanjangan
Lokasi: District MEL Officer akan ditempatkan di masing-masing wilayah kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kota Surabaya
Jam Kerja: 40 jam/minggu

KUALIFIKASI

Latar Belakang Pendidikan

  1. Minimal memiliki gelar Diploma atau Sarjana (S1) di bidang yang relevan, seperti Kesehatan, Statistik, Ilmu Sosial, atau bidang terkait lainnya, serta memahami metodologi penelitian dan sistem monitoring dan evaluasi;
  2. Pengalaman profesional yang relevan di bidang TB atau kesehatan masyarakat sangat diutamakan.

Pengalaman Kerja

Memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun dalam bidang berikut:

  1. Memiliki pengalaman bekerja di bidang monitoring, evaluasi, dan pelaporan, khususnya dalam penyusunan laporan untuk donor dan pemangku kepentingan terkait;
  2. Memahami program TB, khususnya intervensi Case Finding (CF) dan Drug-Resistant Tuberculosis (DR-TB);
  3. Memiliki pengalaman dan kemampuan yang kuat dalam mengembangkan instrumen monitoring dan evaluasi, laporan, serta strategi untuk mencapai indikator proyek;
  4. Mampu mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data kuantitatif maupun kualitatif;
  5. Mampu menyusun laporan, brief, dan materi pembelajaran untuk pemangku kepentingan;
  6. Mampu belajar dengan cepat, mengikuti arahan, menyampaikan kebutuhan secara tepat, serta mengidentifikasi kesenjangan berdasarkan data;
  7. Memahami sistem program TB nasional dan sistem informasi TB lainnya yang relevan.

KOMPETENSI TEKNIS

  1. Memiliki pengetahuan yang kuat mengenai intervensi Case Finding (CF), khususnya penemuan kasus TB, inisiasi pengobatan, dan hasil pengobatan;
  2. Memiliki pemahaman mendalam mengenai diagnosis DR-TB, inisiasi pengobatan, hasil pengobatan, dan peningkatan mutu layanan DR-TB;
  3. Memiliki pengalaman dalam mengelola data program TB di beberapa lokasi untuk memastikan kualitas data;
  4. Memahami penggunaan SITB dan platform pelaporan TB lainnya yang digunakan dalam kegiatan berbasis komunitas di Indonesia;
  5. Memiliki kompetensi dalam melakukan monitoring layanan TB di fasilitas pelayanan kesehatan dan intervensi berbasis komunitas, termasuk pelibatan kader;
  6. Mampu mengikuti dan menerapkan instruksi dalam penggunaan sistem monitoring dan evaluasi, pengelolaan data, analisis, serta pelaporan, seperti menggunakan Excel. Penguasaan STATA/SPSS/R dan perangkat analisis lainnya menjadi nilai tambah;
  7. Menguasai perangkat lunak Microsoft Office, khususnya Outlook, Word, Excel, dan PowerPoint.

KOMPETENSI UMUM

  1. Mampu belajar dengan cepat, mengikuti arahan, menyampaikan kebutuhan secara tepat, serta mengidentifikasi kesenjangan;
  2. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, baik secara lisan, membaca, maupun tulisan;
  3. Memiliki sikap konstruktif, pola pikir positif, kemampuan pemecahan masalah yang efektif, serta mampu beradaptasi dengan anggota tim dan pemangku kepentingan;
  4. Memiliki inisiatif tinggi (self-starter), mampu bekerja secara mandiri, dan mampu menyelesaikan pekerjaan berkualitas tepat waktu;
  5. Memiliki pemahaman dan sikap yang menghargai keberagaman budaya, gender, agama, ras, kewarganegaraan, dan usia.

NILAI-NILAI

  1. Menjunjung tinggi integritas serta menghargai keberagaman dan kesetaraan;
  2. Berorientasi pada pencapaian hasil yang optimal dan memberikan dampak yang bermakna;
  3. Membangun kolaborasi yang bermakna dengan mitra dan pemangku kepentingan;
  4. Mendorong inovasi yang memberikan nilai tambah terhadap pencapaian tujuan;
  5. Bertanggung jawab dalam memastikan setiap kemajuan dan pencapaian dapat dipertanggungjawabkan.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

1. Mendukung Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Proyek di Tingkat Kabupaten/Kota

  1. Mendukung pelaksanaan kegiatan MEL sehari-hari, termasuk pengelolaan data proyek, monitoring, dan evaluasi di tingkat kabupaten/kota untuk memastikan tercapainya tujuan proyek;
  2. Memastikan pelaksanaan kegiatan MEL sesuai dengan pedoman nasional penanggulangan TB, pedoman proyek, dan protokol teknis yang berlaku;
  3. Mengumpulkan, melakukan validasi, dan mengelola data pelaksanaan program dengan fokus pada intervensi Case Finding (CF) dan DR-TB;
  4. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan serta kinerja intervensi Case Finding dan DR-TB;
  5. Memantau logistik yang berkaitan dengan kegiatan Case Finding dan DR-TB untuk memastikan efektivitas pelaksanaan intervensi;
  6. Mengidentifikasi dan menyampaikan berbagai tantangan operasional yang dapat memengaruhi efektivitas intervensi kepada tim di tingkat kabupaten/kota.

2. Keterlibatan Pemangku Kepentingan di Tingkat Subnasional

  1. Menjaga hubungan kerja dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, serta tokoh masyarakat dalam hal proses MEL;
  2. Memfasilitasi koordinasi antara tim lapangan, pemerintah daerah, dan manajemen proyek untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data;
  3. Memberikan penguatan kapasitas dan menyampaikan pembaruan informasi kepada mitra lokal untuk meningkatkan kualitas program dan memastikan kepatuhan terhadap protokol teknis.

3. Pemanfaatan Data dan Dukungan Pelaporan

  1. Mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis data operasional dari lokasi pelaksanaan kegiatan untuk mendukung kebutuhan Project Management;
  2. Mengidentifikasi tren, tantangan, dan peluang untuk meningkatkan pelaksanaan program TB;
  3. Menyampaikan perkembangan penting, tantangan operasional, dan capaian kepada Provincial Coordinator sebagai bahan pengambilan keputusan;
  4. Mendukung penyusunan laporan tingkat provinsi untuk kebutuhan manajemen internal dan tinjauan donor.

PROSES REKRUTMEN

Surat lamaran dan CV (keduanya dalam bahasa Inggris) yang dilengkapi dengan daftar kontak referensi serta ekspektasi gaji (termasuk informasi gaji terakhir) harus diterima oleh STPI paling lambat 11 September 2026, melalui Google Form berikut:

Job Application Form District MEL Officer

Hanya kandidat yang masuk dalam daftar pendek (shortlisted candidates) yang akan dihubungi untuk mengikuti proses selanjutnya. Kandidat yang tidak terpilih untuk melanjutkan ke tahap berikutnya tidak akan menerima pemberitahuan secara individual.

Stop TB Partnership Indonesia merupakan institusi yang memberikan kesempatan yang setara kepada setiap orang. Pelamar tidak akan didiskriminasi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, asal negara, etnis, usia, disabilitas, afiliasi politik, orientasi seksual, identitas gender, warna kulit, dan/atau status perkawinan.

Stop TB Partnership Indonesia menyediakan akomodasi bagi pelamar penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi dalam proses rekrutmen. Pelamar dapat menyampaikan kebutuhan khusus secara tertulis pada saat mengajukan lamaran.

Topik Terkait

FCSDS
30 Views

Leave a Comment

Comments (0)

No comments yet.

PUBLIKASI LAINNYA

Jangan Asal Sapu! Ini Cara Aman Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Anak Krakatau
News08 September 2026

Jangan Asal Sapu! Ini Cara Aman Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Saat harus keluar rumah di tengah dampak abu vulkanik, pakai masker KN95, kacamata, dan cuci tangan setelah beraktivitas. Jika hendak membersihkan rumah, basahi area yang tertutupi dengan debu kemudian lap agar partikel tidak berterbangan dan terhirup.

KESEMPATAN KARIER DISTRICT MONITORING, EVALUATION & LEARNING (DMEL) OFFICER Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS)
Karier08 September 2026

KESEMPATAN KARIER DISTRICT MONITORING, EVALUATION & LEARNING (DMEL) OFFICER Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS)

STAF PENUH WAKTU Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kota Surabaya

Job Opportunity DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) Case Finding Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS) FULL-TIME STAFF Malang Regency, Kediri Regency, Pamekasan Regency, Sukabumi Regency, and Surabaya
Karier08 September 2026

Job Opportunity DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) Case Finding Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FC-SDS) FULL-TIME STAFF Malang Regency, Kediri Regency, Pamekasan Regency, Sukabumi Regency, and Surabaya

Stop TB Partnership Indonesia (STPI), formally known as Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, has been at the forefront of civil society efforts to accelerate TB elimination in Indonesia since 2018.