Loading

LOADING

Loading

LOADING

Stop TB Partnership Indonesia
Berita dan Kegiatan
17 November 2025
2 menit baca

Pendanaan TB Global Jauh dari Target, WHO Ingatkan Ancaman Serius

Pendanaan TB Global Jauh dari Target, WHO Ingatkan Ancaman Serius

Ilustrasi negara dengan penyumbang angka TB terbesar di dunia.

Berdasarkan data Global TB Report 2025 yang dirilis WHO pada 12 November, eliminasi tuberkulosis (TB) dunia masih jauh dari target. Salah satu kendalanya adalah pendanaan yang tidak sebanding dengan kebutuhan.


Sejak 2020, pendanaan internasional untuk TB cenderung stagnan karena banyak negara mengalihkan sumber daya kesehatan mereka ke penanganan Covid-19. Pada 2023, penelitian vaksin, pengembangan obat, dan alat diagnosis TB membutuhkan US$ 5 miliar, tetapi hanya terealisasi US$ 1,2 miliar. Akibatnya, inovasi pengobatan TB bergerak lambat saat angka TB resistan obat terus meningkat.


Kemudian pada 2025, melemahnya pendanaan global diperparah oleh keputusan Amerika Serikat yang membekukan hibah untuk USAID dan Global Fund.


Di sisi lain, angka pendanaan domestik di negara berpendapatan menengah ke bawah tampak tinggi karena ditopang Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS). Kelima negara tersebut memiliki ekonomi yang lebih kuat dibanding negara berpendapatan menengah ke bawah lainnya, sehingga mampu mengalokasikan dana besar untuk penanganan TB di negara sendiri.


World Health Organization (WHO) mencatat, dunia membutuhkan US$ 22 miliar per tahun atau setara Rp368,126 triliun untuk menjalankan program pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TB. Namun pada 2024, dana yang tersedia baru mencapai 27% dari kebutuhan, yakni sekitar US$ 5,9 miliar atau setara Rp98,74 triliun.


Jika terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, pasokan obat akan terancam, tenaga kesehatan terbatas, dan penemuan kasus TB rendah. Padahal, TB masih menjadi penyebab kematian infeksius terbesar di dunia dan menyumbang 1,23 juta kematian pada 2024.


Kini, WHO khawatir TB akan menambah 2 juta kematian dan menginfeksi 10 juta orang di dunia pada tahun 2025-2030. Untuk itu, WHO mendorong negara-negara dengan beban TB tertinggi di dunia untuk meningkatkan pembiayaan domestik agar tidak bergantung pada donor internasional.

Tautan Eksternal

Artikel ini juga memiliki tautan rujukan yang bisa dibuka setelah membaca konten utama.

Buka Tautan

Topik Terkait

PengadaanSeputar TB
129 Views

Leave a Comment

Comments (0)

No comments yet.

PUBLIKASI LAINNYA

Wamendagri Ajak Anak Muda Lawan TB, Semoga Bukan Sekadar "Tokenistik"
Seputar TB11 September 2026

Wamendagri Ajak Anak Muda Lawan TB, Semoga Bukan Sekadar "Tokenistik"

Tajuk Rencana — Stop TB Partnership Indonesia

PENGADAAN TERBUKA (OPEN BIDDING) JASA AUDIT EKSTERNAL
Pengadaan11 September 2026

PENGADAAN TERBUKA (OPEN BIDDING) JASA AUDIT EKSTERNAL

Proyek Facility and Community-Based Service Delivery Support (FC-SDS) – Indonesia - Stop TB Partnership Indonesia (STPI)

Ketika Napas Menjadi Jalan Sembuh: Menyambut Inovasi Obat TB Inhalasi dari Mahasiswa UGM
Seputar TB10 September 2026

Ketika Napas Menjadi Jalan Sembuh: Menyambut Inovasi Obat TB Inhalasi dari Mahasiswa UGM

Tajuk Rencana, Stop TB Partnership Indonesia Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang melakukan penelitian tentang sistem penghantaran obat yang dirancang untuk mengeksplorasi pemberian antibiotik levofloksasin melalui inhalasi, bernama Levocross.