Loading

LOADING

Loading

LOADING

Stop TB Partnership Indonesia
Karier
17 September 2026
8 menit baca

KESEMPATAN BERKARIER DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) – DRUG RESISTANT FCSDS STAF PENUH WAKTU Kabupaten Bandung Barat

KESEMPATAN BERKARIER DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) – DRUG RESISTANT FCSDS STAF PENUH WAKTU Kabupaten Bandung Barat

TENTANG STPI

Stop TB Partnership Indonesia (STPI), yang secara resmi dikenal sebagai Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, telah menjadi bagian penting dalam upaya masyarakat sipil untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia sejak tahun 2018. Selama bertahun-tahun, STPI telah memantapkan perannya sebagai salah satu mitra utama Pemerintah Indonesia dengan mempertemukan masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat respons nasional terhadap TB. Dengan pengalaman, jangkauan, dan keahlian teknis yang luas, STPI telah memperoleh kepercayaan dari berbagai mitra sebagai salah satu penggerak dalam penanggulangan TB di Indonesia.

LATAR BELAKANG PROYEK

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling mendesak di Indonesia. Pada tahun 2024, diperkirakan terdapat 1.092.000 kasus TB di Indonesia, dengan 856.420 kasus berhasil ditemukan dan dilaporkan, termasuk 12.128 orang dengan TB Resistan Obat (DR-TB). Meskipun terdapat kemajuan dalam penemuan dan pelaporan kasus, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam cakupan dan inisiasi pengobatan. Sebagai contoh, dari kasus DR-TB yang telah ditemukan dan dilaporkan, hanya 9.573 pasien yang telah memulai pengobatan. Angka keberhasilan pengobatan juga menunjukkan adanya kesenjangan antarwilayah, dengan beberapa daerah mencatat angka keberhasilan pengobatan sebesar 85% untuk TB Sensitif Obat (DS-TB), sementara angka keberhasilan pengobatan DR-TB hanya mencapai 59%. Selain itu, inisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih tergolong sangat rendah, yaitu hanya 19,4% pada tahun 2024.

Selama bertahun-tahun, Indonesia telah memperoleh dukungan yang signifikan dari berbagai mitra, termasuk United States Agency for International Development (USAID), untuk memperkuat penemuan kasus TB, meningkatkan layanan pengobatan, memobilisasi keterlibatan masyarakat, serta mendorong kolaborasi lintas sektor. Namun, dengan berakhirnya pendanaan program TB dari USAID, sejumlah intervensi yang bersifat menyelamatkan jiwa kini menghadapi kesenjangan dukungan yang kritis. Kondisi tersebut berpotensi mengancam keberlanjutan dan kualitas layanan TB di wilayah dengan beban kasus yang tinggi.

Proyek Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak tersebut. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan akses terhadap pelayanan TB yang berkualitas, termasuk diagnosis yang tepat waktu, pengobatan yang efektif, serta pemberian TPT, dengan fokus khusus pada provinsi dan kabupaten/kota yang saat ini menghadapi tantangan terbesar dalam mempertahankan keberlanjutan layanan TB. Stop TB Partnership Indonesia akan memimpin pelaksanaan proyek ini.

Melalui kolaborasi erat dengan layanan kesehatan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan aktor komunitas, proyek ini akan memperkuat penyediaan layanan TB baik di fasilitas kesehatan maupun berbasis komunitas. Kegiatan proyek akan mencakup penguatan penemuan kasus secara dini, peningkatan inisiasi dan kepatuhan terhadap pengobatan, perluasan cakupan TPT, serta memastikan dukungan kepada pasien selama menjalani seluruh proses pengobatan. Dengan menjembatani kesenjangan dalam penyediaan layanan dan menjaga keberlangsungan intervensi esensial, Proyek FCSDS TB bertujuan untuk menyelamatkan jiwa, mengurangi penularan TB, dan melindungi masyarakat rentan dari epidemi TB yang masih berlangsung di Indonesia.

KESEMPATAN BERKARIER

Kami mencari District Technical Officer (DTO)-DR yang akan menjadi staf penuh waktu dalam tim Proyek FCSDS dan bekerja di bawah supervisi Koordinator Distrik.

Informasi Posisi

Posisi: District Technical Officer (DTO)-DR
Atasan Langsung: Koordinator Distrik
Status: Temporary Staff (LOE 100%)
Durasi: 1,5 bulan, dengan kemungkinan perpanjangan
Lokasi: DTO-DR akan ditempatkan di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat
Jam Kerja: 40 jam/minggu

KUALIFIKASI

Latar Belakang Pendidikan

  1. Pendidikan minimal Diploma atau Sarjana (S1) di bidang yang relevan, seperti Kesehatan atau Ilmu Sosial, serta memiliki pemahaman mengenai metodologi penelitian dan sistem monitoring dan evaluasi.
  2. Memiliki pengalaman yang relevan dalam program TB atau kesehatan masyarakat serta pengalaman bekerja dalam lingkungan organisasi non-pemerintah (NGO) atau implementasi program yang didanai donor.

Pengalaman Kerja

Memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun dalam bidang berikut:

  1. Memiliki pengalaman minimal 2 tahun dalam pelaksanaan program TB di tingkat subnasional.
  2. Memiliki pengalaman dalam pelaksanaan intervensi berbasis komunitas, dengan fokus pada pemberdayaan dan mobilisasi masyarakat.
  3. Memiliki pengalaman bekerja dengan pemerintah daerah dan mitra lokal dalam pelaksanaan program TB.
  4. Memiliki kemampuan untuk belajar dengan cepat, mengikuti arahan, berfokus pada pencapaian indikator proyek, menyampaikan kebutuhan yang ditemukan, serta mengidentifikasi kesenjangan.

KOMPETENSI TEKNIS

  1. Memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan cascade DR-TB, meliputi diagnosis, inisiasi pengobatan, pemantauan tindak lanjut, penanganan kejadian tidak diinginkan (adverse event), hasil pengobatan, serta peningkatan kualitas layanan, termasuk clinical audit, clinical mentorship, dan routine data review.
  2. Memiliki pengalaman dalam menganalisis data operasional untuk mengidentifikasi kesenjangan dan meningkatkan kinerja program DR-TB. Memiliki pemahaman dan pengalaman menggunakan Tuberculosis Information System (SITB) menjadi nilai tambah.
  3. Mampu melakukan koordinasi secara efektif dengan rumah sakit DR-TB, laboratorium, puskesmas, organisasi masyarakat, dan dinas kesehatan kabupaten/kota.
  4. Mampu melakukan pengawasan terhadap beberapa lokasi intervensi sekaligus serta memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan protokol teknis.
  5. Memiliki pengalaman dalam mendukung kegiatan monitoring, evaluasi, dan pelaporan, khususnya dalam penyusunan laporan untuk tim supervisi.
  6. Mampu menganalisis data operasional untuk memberikan informasi kepada District Coordinator, Provincial Coordinator, Team Leader, dan pimpinan STPI dalam pengambilan keputusan serta meningkatkan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

KOMPETENSI UMUM

  1. Menguasai penggunaan perangkat lunak Microsoft Office, termasuk Outlook, Word, Excel, dan PowerPoint, serta Canva.
  2. Memiliki pengalaman kerja yang menunjukkan kemampuan interpersonal serta komunikasi lisan dan tulisan yang baik.
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, baik secara lisan, membaca, maupun tulisan.
  4. Memiliki sikap konstruktif, pola pikir positif, kemampuan pemecahan masalah yang efektif, serta mampu beradaptasi dengan anggota tim dan pemangku kepentingan.
  5. Memiliki inisiatif tinggi (self-starter), mampu bekerja secara mandiri, serta mampu menyelesaikan pekerjaan berkualitas tepat waktu.
  6. Memiliki pemahaman mengenai toleransi serta menghargai keberagaman budaya, gender, agama, ras, kebangsaan, dan usia.
  7. Bersedia melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi intervensi yang menjadi wilayah penugasan.

NILAI-NILAI

  1. Menjunjung tinggi integritas serta menghormati keberagaman dan kesetaraan.
  2. Berorientasi pada pencapaian hasil yang optimal dan memberikan dampak yang bermakna.
  3. Membangun kolaborasi yang bermakna dengan mitra dan pemangku kepentingan.
  4. Mendorong inovasi yang dapat memberikan nilai tambah dalam pencapaian tujuan.
  5. Bertanggung jawab dalam memastikan dan melaporkan kemajuan serta pencapaian secara terarah dan berkesinambungan.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

1. Koordinasi dan Dukungan Pelaksanaan Teknis

  1. Mendukung perencanaan intervensi di tingkat kabupaten/kota, termasuk intervensi DR-TB.
  2. Melaksanakan kegiatan program sehari-hari dengan fokus pada Active Case Finding (ACF), contact investigation, TPT, dukungan pengobatan, penjangkauan komunitas, serta tindak lanjut diagnostik DR-TB.
  3. Melaksanakan kegiatan program sehari-hari dengan fokus pada pendekatan berbasis komunitas untuk DR-TB, keterhubungan dengan layanan diagnostik, mekanisme rujukan, serta mekanisme peningkatan kualitas layanan DR-TB.
  4. Memastikan seluruh intervensi dilaksanakan sesuai dengan pedoman nasional TB, pedoman proyek, dan protokol teknis.

2. Koordinasi dengan Tim Manajemen dan Pemangku Kepentingan di Tingkat Subnasional

  1. Membangun dan mempertahankan koordinasi serta hubungan kerja yang baik dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan setempat, serta tokoh masyarakat.
  2. Melakukan koordinasi antara tim lapangan dan manajemen proyek.
  3. Menyampaikan pembaruan penting, tantangan operasional, serta keberhasilan pelaksanaan kepada Provincial Coordinator sebagai bahan pengambilan keputusan.
  4. Apabila diperlukan, bertindak sebagai perwakilan proyek atas nama District Coordinator dalam berkoordinasi dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), dan pemangku kepentingan lainnya.

3. Supervisi Teknis dan Pengawasan Lapangan

  1. Mendukung field coordinator dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan tantangan teknis yang ditemukan selama pelaksanaan intervensi.
  2. Melakukan pemantauan terhadap kemajuan dan evaluasi pelaksanaan ACF, contact investigation, TPT, kepatuhan terhadap pengobatan, serta tindak lanjut diagnostik.
  3. Mengidentifikasi hambatan dan permasalahan serta mengambil tindakan yang sesuai untuk meningkatkan efektivitas intervensi.
  4. Mendukung penyesuaian kegiatan proyek berdasarkan kondisi di lapangan dan konteks masyarakat.
  5. Memberikan penguatan kapasitas dan pembaruan informasi kepada field coordinator dalam rangka meningkatkan kualitas program dan kepatuhan terhadap protokol teknis.

4. Pemantauan Logistik dan Sumber Daya

  1. Mendukung District Coordinator dalam memantau logistik, rantai pasok, dan pengadaan komoditas TB.
  2. Memastikan ketersediaan obat, alat diagnostik, dan sumber daya penting lainnya secara tepat waktu di lokasi-lokasi intervensi.

5. Dukungan Pemanfaatan Data dan Pelaporan

  1. Bersama dengan District MEL Officer, mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis data operasional dari lokasi-lokasi lapangan untuk kebutuhan Project Management dan MEL Coordinator.
  2. Mengidentifikasi tren, tantangan, serta peluang untuk meningkatkan pelaksanaan program TB.
  3. Mendukung penyusunan laporan tingkat provinsi untuk kebutuhan manajemen internal dan tinjauan donor.

PROSES REKRUTMEN

Surat lamaran dan CV (keduanya dalam Bahasa Inggris), dilengkapi dengan daftar kontak referensi serta ekspektasi gaji (termasuk informasi gaji terakhir), harus diterima oleh STPI paling lambat 23 September 2026 melalui Google Form berikut:

Job Application Form – District Technical Officers

Hanya kandidat yang masuk dalam shortlist yang akan menerima komunikasi lebih lanjut. Kandidat yang tidak melanjutkan ke tahap berikutnya tidak akan menerima pemberitahuan secara individual.

Stop TB Partnership Indonesia merupakan institusi yang memberikan kesempatan yang setara bagi setiap orang. Kandidat tidak akan didiskriminasi berdasarkan ras, agama, gender, asal negara, etnis, usia, disabilitas, afiliasi politik, orientasi seksual, identitas gender, warna kulit, maupun status perkawinan.

Stop TB Partnership Indonesia memberikan akomodasi bagi pelamar penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi dalam proses rekrutmen. Silakan menyampaikan secara tertulis apabila terdapat kebutuhan khusus pada saat mengajukan lamaran.

Topik Terkait

FCSDS
11 Views

Leave a Comment

Comments (0)

No comments yet.

PUBLIKASI LAINNYA

KESEMPATAN BERKARIER DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) – DRUG RESISTANT FCSDS STAF PENUH WAKTU Kabupaten Bandung Barat
Karier17 September 2026

KESEMPATAN BERKARIER DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) – DRUG RESISTANT FCSDS STAF PENUH WAKTU Kabupaten Bandung Barat

Stop TB Partnership Indonesia (STPI), yang secara resmi dikenal sebagai Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, telah menjadi bagian penting dalam upaya masyarakat sipil untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia sejak tahun 2018.

Job Opportunity DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) Case Finding FCSDS FULL-TIME STAFF Bandung Barat Regency
Karier17 September 2026

Job Opportunity DISTRICT TECHNICAL OFFICERS (DTO) Case Finding FCSDS FULL-TIME STAFF Bandung Barat Regency

Stop TB Partnership Indonesia (STPI), formally known as Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, has been at the forefront of civil society efforts to accelerate TB elimination in Indonesia since 2018.

Kesempatan Karier Koordinator Distrik FCSDS Kabupaten Bandung Barat
Karier17 September 2026

Kesempatan Karier Koordinator Distrik FCSDS Kabupaten Bandung Barat

Stop TB Partnership Indonesia (STPI), yang secara resmi dikenal sebagai Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, merupakan organisasi masyarakat sipil yang sejak tahun 2018 berperan aktif dalam mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.