Konsultan Penulisan Best Practices dari Project Advocacy and Communications in Eliminating TB







Latar Belakang

Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report (2021), WHO mencatat Indonesisa sebagai negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia. Kondisi TBC di Indonesia saat ini diperparah dengan pandemi COVID-19 yang menyebabkan beberapa tantangan baru dalam penanggulangan TBC. Perubahan prioritas pemerintah nasional dan pemerintah daerah dalam penanganan penyakit menjadi salah satu tantangan berarti. Selain itu, rasa takut masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan memberikan dampak kepada penurunan penemuan kasus TBC di tahun 2020, dimana terdapat penurunan sekitar 25% dari tahun 2019. Kasus TBC tersebar diseluruh provinsi di Indonesia, dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sumatra Utara sebagai provinsi dengan angka kejadian TBC tertinggi (Kementrian Kesehatan RI, 2020)

Situasi tersebut memberikan gambaran bahwa dibutuhkan penanganan penanggulangan TBC yang lebih sistematis dan terintegrasi multisector. Pendekatan yang berfokus kepada pasien serta pelibatan aktif masyarakat dan pemerintah juga diperlukan untuk menekan laju perkembangan TBC menuju target eliminasi TBC tahun 2030. Stop TB Partnership Indonesia (STPI) sebagai yayasan dengan kemampuan majerial, kampanye, dan advokasi berinisiatif untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC melalui kolaborasi lintas sekor sesuai dengan kapasitas dan peran masing-masing pihak baik dari pemerintah, swasta, akademisi, jurnalis, dan komunitas.

Dalam implementasi kegiatan advokasi dan kampanye, STPI memiliki beberapa fokus dan pendekatan. Kegiatan advokasi dibagi kedalam beberapa tema, seperti dana desa, jaminan sosial, dan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran penanggulangan TBC di daerah. Advokasi menggunakan pendekatan berbasis bukti, sehingga advokasi diawali dengan proses kajian/riset untuk menyajikan data dan permasalahan untuk masing-masing tema advokasi. Disisi lain, STPI mengimplementasikan kampanye dengan amplifikasi beberapa media seperti media sosial dan media cetak dengan pelibatan influencer dan anak muda.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah diimplementasikan selama 1 tahun (2021-2022), hasil-hasil dari masing-masing kegiatan telah didokumentasikan dalam laporan-laporan kegiatan serta monev. Dokumentasi hasil dari kegiatan STPI diharapkan mampu disajikan menjadi Best-Practice yang dapat dibagikan kepada organisasi/instansi lainnya. Best-Practice tidak harus selalu mengacu pada pengalaman sempurna dan terstandar tanpa adanya kesalahan pada saat melakukan intervensi, namun dalam Best-Practice lebih mengetengahkan fakta intervensi yang telah terjadi, khususnya pada nilai dan pembelajaran yang bisa diambil dari program yang dijalankan meliputi proses penerapan pengetahuan, perbaikan dan berbagi pengalaman.

Tujuan dari Best-Practice ini adalah memberikan gambaran agar provider Kesehatan/organisasi lainnya yang melakukan intervensi penanggulangan TBC tidak melakukan kesalahan yang sama dengan melihat seluruh proses yang telah berlangsung dan nilai pembelajarannya. Selain itu, Best-Practice STPI diharapkan mampu menjadi refleksi bagi provider Kesehatan/organisasi lain untuk melanjutkan dan memperbaiki proses intervensi penanggualngan TBC dan melakukan adaptasi terhadap pendekatan yang telah dilakukan.

Tujuan Menuliskan dan membagikan Best-Practice dari Advocacy and Communications in Eliminating TB (ADVANCE-TB) yang diimplementasikan di Jawa Barat dan DKI Jakarta Keluaran Menuliskan dan membagikan Best-Practice dari Advocacy and Communications in Eliminating TB (ADVANCE-TB) yang diimplementasikan di Jawa Barat dan DKI Jakarta Best-Practice dari program Advocacy and Communications in Eliminating TB (ADVANCE-TB) Ruang Lingkup Pekerjaan Diskusi tema pendokumentasian bersama dengan tim STPI

  1. Diskusi kerangka penulisan

  2. Melakukan komunikasi dengan narasumber

  3. Melakukan kunjungan lapangan (Jika diperlukan)

  4. Melakukan wawancara dengan pelaksana program dan penerima manfaat bersama dengan tim STPI

  5. Melakukan pengambilan pendukung dokumentasi sepeti foto, video, dan dokumen lainnya yang diperlukan (Jika diperlukan)

  6. Menulis best-practice dengan kriteria berikut:

a. Memiliki tulisan yang komprehensif, jelas, ringkas, dan padat.

b. Tepat sasaran/pembaca best practice

c. Struktur penulisan yang baik dan benar

d .Menyiapkan bahan publikasi/ diseminasi best practise.

Tugas dan Tanggung Jawab

Konsultan bertanggung jawab untuk mengelola keseluruhan proses persiapan, pelaksanaan, penulisan dan publikasi dari kegiatan ini.

  1. Berkoordinasi dengan STPI untuk sama-sama menentukan tema-tema dari masing-masing daerah yang akan dituliskan sebagai best practice.

  2. Berkomunikasi dan mempresentasikan kerangka tulisan best practise yang akan dikembangkan

  3. Berkoordinasi dengan STPI terkait dengan narasumber yang dibutuhkan

  4. Bersama dengan tim STPI melakukan pengumpulan informasi primer dan sekunder.Melakukan pengembangan Best-Practice sesuai dengan informasi yang telah diolah dari informasi primer dan sekunder

  5. Melakukan konsultasi dan komunikasi kepada tim STPI terkait dengan draft best practise yang telah dituliskan.

Mempersiapkan bahan publikasi/diseminasi Best-Practice.

Lokasi Kegiatan Daring dan Luring (Kunjungan Lapangan didaerah implementasi project -Jika diperlukan) Waktu Pelaksanaan 1 Oktober- 30 November 2022 Tim Supervisi

Konsultan akan bertanggung jawab kepada MELR Coordinator

Kualifikasi

  1. Berpengalaman minimal 5 tahun bekerja dalam bidang penulisan ilmiah/jurnalis

  2. Berpengalaman dalam penulisan best-practise program minimal 5 tahun.

  3. Memiliki beberapa publikasi tulisan

  4. Berpengalaman dalam wawancara dan penggalian informasi

  5. Mempunyai pengetahuan yang luas tentang penanggulangan TBC

  6. Berinisiatif dan mampu mengorganisir pekerjaan secara mandiri, dan juga mampu bekerja sebagai tim.

  7. Memiliki kemampuan komunikasi efektif dan kemampuan inter-personal yang baik.

  8. Kemampuan mengoperasikan aplikasi editor dokumen (Ms Word) dan pertemuan daring (Zoom, Google Meet).

Dokumen yang perlu dilampirkan

Setiap kandidat konsultan wajib mengirimkan dokumen berikut:

  1. Concept note (Bagaimana menuliskan best practice yang menarik)

  2. Rencana Anggaran Biaya

  3. Timeline kegiatan

  4. Tim kerja (jika bekerja dengan tim)

  5. Dokumen pendukung terdiri dari:

  • Expression of Interest (English/Bahasa Indonesia)

  • CV update

  • Portofolio hasil kerja yang relevan

  • KTP (salinan)

  • NPWP (salinan)

Bobot Penilaian Rekrutmen

Kelengkapan dokumen: 10%

Concept note: 45%

Wawancara: 45%

Timeline Rekrutmen Penayangan iklan: 9-13 September 2022

  1. Batas waktu penerimaan lamaran: 13 September 2022, 23.59 WIB

  2. Verifikasi proposal dan kelengkapan administrasi: 14 – 15 September 2022

  3. Shortlist kandidat: 16 September 2022

  4. Wawancara (daring): 19 September 2022

  5. Pengumuman hasil seleksi: 21 September 2022

  6. Negosiasi dengan kandidat: 21-23 September 2022

  7. Penandatanganan kontrak: 29 September 2022

Prosedur Pengiriman Dokumen

Dokumen harap dikirimkan paling lambat Selasa, 13 September 2022 via email di hr@stoptbindonesia.org dan cc: nurliyanti@stoptbindonesia.org dengan subjek email : Konsultan Best Practice.


Catatan: