(021) 782 1932

©2018 by Forum Stop TB Partnership Indonesia. Proudly created with Wix.com

TUBERKULOSIS

 

PENYAKIT TBC

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC utamanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening,dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstraparu.

TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau guna-guna. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya). Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.
 

Gejala utama adalah batuk berdahak terus-menerus selama 2-3 minggu atau lebih. Yang dapat disertai gejala-gejala lainnya antara lain:

  • Sesak napas dan nyeri pada dada

  • Batuk bercampur darah

  • Badan lemah dan rasa kurang enak badan

  • Kurang nafsu makan dan berat badan menurun

  • Berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan

 

Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, lengkap dan teratur.

BAGAIMANA TBC MENULAR?

Bakteri TBC dapat menular melalui udara ketika partikel dahak orang dengan TBC paru keluar saat batuk, bersin dan berbicara. Percikan-pericakan dahak tersebut yang mengandung bakteri dan dapat melayang-layang di udara seingga terhirup oleh orang lain. Penderita TB Paru dengan BTA Positif, dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun di sekitarnya. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan langsung sakit TBC. Sebanyak 5-10% orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC. 

Catatan : BTA Positif artinya dari hasil pemeriksaan miskrokopis ditemukan bakteri tahan asam pada sampel dahak orang yang diduga TBC. Semakin banyak jumlah BTA yang ditemukan (+1/+2/+3), semakin besar kemungkinan untuk indvidu tersebut menularkan bakteri TBC kepada orang lain.

DIAGNOSA TBC

a) Pemeriksaan Mikroskopis
Dilakukan pemeriksaan dahak dengan miskroskop. Seseorang dipastikan menderita TBC bila dalam dahaknya terdapat kuman TBC.

Dahak diambil adalah dua sampel yang dikumpulkan dalam dua pot dahak. Sapel diambil dari 2 hari yang berbeda (SP atau SS) :

  1. Pada waktu datang pertama kali untuk periksa ke unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Sewaktu pertama (S).

  2. Dahak diambil pada pagi hari berikutnya segera setelah bangun tidur, kemudian dibawa dan diperiksa di unit pelayanan kesehatan, disebut dahak Pagi (P).

  3. Dahak diambil di unit pelayanan kesehatan pada saat menyerahkan dahak pagi, disebut dahak Sewaktu kedua (S).

b) Rontgen

Jika hasil pemeriksaan mikroskopis adalah BTA Negatif tetapi individu tersebut masih mempunyai gejala TBC, diagnosa dapat ditunjang dengan foto toraks.

PENGOBATAN TBC SENSITIF OBAT

Pengobatan TBC dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal atau tahap intensif (2-3 bulan; tergantung hasil konversi dahak) dan tahap lanjutan (paling cepat 4 bulan). Selama 6 bulan atau lebih, orang dengan TBC harus minum obat secara lengkap dan teratur sesuai jadwal berobat sampai dinyatakan sembuh.


Semasa pengobatan perlu dilakukan tiga kali pemeriksaan dahak ulang untuk mengetahui perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu:
1) Di akhir pengobatan tahap awal
2) Sebulan sebelum akhir pengobatan
3) Di akhir pengobatan

Kapan pasien TBC dinyatakan sembuh?

Bilamana pada salah satu pemeriksaan ulang dahak adalah BTA Negatif dan akhir pegobatan juga BTA Negatif. 

TEMPAT PENGOBATAN

Puskesmas, Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4), Rumah Sakit, klinik dan dokter praktek swasta. Di Puskesmas, penderita bisa mendapatkan obat TB secara cuma-cuma (gratis).

Bisa juga datang ke klinik-klinik milik PPTI :

  • Klinik JRC-PPTI Pusat di Jalan Sultan Iskandar Muda No.66A Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan – 12240.
     

Catatan: Rumah Sakit, Klinik dan Dokter Praktek Swasta yang sudah bekerjasama dengan program juga menyediakan obat yang sama dengan Gratis. ​​

APA AKIBATNYA BILA PASIEN TBC TIDAK MINUM OBAT TERATUR?

  • Penyakit tidak akan sembuh atau bahkan menjadi lebih berat.

  • Penderita tetap dapat menularkan penyakitnya pada orang lain.

  • Penyakit menjadi makin sukar diobati karena ada kemungkinan bakteri TBC menjadi kebal, sehingga diperlukan obat yang lebih kuat dan lebih mahal (regimen pengobatan TBC kebal obat). Obat untuk bakteri yang kebal belum tersedia di semua fasilitas kesehatan.

  • Perlu waktu lebih lama untuk sembuh.

  • Penderita dapat juga menularkan bakteri yang sudah kebal obat pada orang lain.

WATCH HERE