Loading

LOADING

Loading

LOADING

Stop TB Partnership Indonesia
Berita dan Kegiatan
21 Agustus 2025
2 menit baca

STPI Menyayangkan Tragedi Balita di Sukabumi: Pasien TBC Butuh Pendampingan Menyeluruh

STPI Menyayangkan Tragedi Balita di Sukabumi: Pasien TBC Butuh Pendampingan Menyeluruh

dr. Henry Diatmo, MKM - Direktur Eksekutif STPI

Jakarta, 22 Agustus 2025 – Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang balita di Sukabumi yang tubuhnya dipenuhi cacing gelang serta diduga sakit Tuberkulosis (TBC). Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dengan pemberian obat, melainkan membutuhkan pendampingan menyeluruh yang mencakup aspek medis, sosial, gizi, dan administrasi.


Direktur Eksekutif STPI, dr. Henry Diatmo, menegaskan:


“Kami sangat menyayangkan tragedi ini. Kasus ini adalah alarm keras bahwa pasien TBC, terlebih anak-anak, memerlukan perhatian khusus. Mereka tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga gizi yang cukup, akses identitas dan jaminan kesehatan, serta lingkungan yang mendukung proses penyembuhan. Tanpa pendampingan komprehensif, risiko gagal sembuh atau bahkan kehilangan nyawa akan tetap tinggi.”


STPI menilai kasus di Sukabumi menggambarkan kegagalan sistemik dalam memastikan layanan kesehatan dasar, pendampingan pasien, serta edukasi gizi dan sanitasi kepada masyarakat. Anak tersebut bahkan terkendala administrasi kependudukan sehingga tidak bisa langsung memanfaatkan layanan jaminan kesehatan.


Rekomendasi STPI

  1. STPI mendorong pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk:
  2. Memastikan akses layanan tanpa hambatan administrasi, pasien TB tetap harus dilayani meski menghadapi masalah kependudukan.
  3. Menerapkan pendampingan pasien secara menyeluruh, termasuk dukungan gizi, monitoring pengobatan, hingga edukasi keluarga.
  4. Menguatkan program kesehatan masyarakat, seperti pemberian obat cacing massal, edukasi sanitasi dasar, dan pemantauan gizi anak di wilayah rawan.
  5. Mengintegrasikan data kependudukan dengan layanan kesehatan agar tidak ada pasien yang terhalang mendapatkan hak pengobatan.
  6. Mengoptimalkan peran serta masyarakat dan pemerintah desa untuk secara aktif mengawasi kondisi kesehatan warganya, khususnya kelompok rentan.
  7. Meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, agar pencegahan dan deteksi dini dapat berjalan lebih efektif.


STPI menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat pendampingan pasien TBC. Tidak boleh ada lagi anak yang kehilangan nyawa akibat lemahnya sistem pendukung.

Tautan Eksternal

Artikel ini juga memiliki tautan rujukan yang bisa dibuka setelah membaca konten utama.

Buka Tautan

Topik Terkait

PengadaanSeputar TB
62 Views

Leave a Comment

Comments (0)

No comments yet.

PUBLIKASI LAINNYA

Wamendagri Ajak Anak Muda Lawan TB, Semoga Bukan Sekadar "Tokenistik"
Seputar TB11 September 2026

Wamendagri Ajak Anak Muda Lawan TB, Semoga Bukan Sekadar "Tokenistik"

Tajuk Rencana — Stop TB Partnership Indonesia

PENGADAAN TERBUKA (OPEN BIDDING) JASA AUDIT EKSTERNAL
Pengadaan11 September 2026

PENGADAAN TERBUKA (OPEN BIDDING) JASA AUDIT EKSTERNAL

Proyek Facility and Community-Based Service Delivery Support (FC-SDS) – Indonesia - Stop TB Partnership Indonesia (STPI)

Ketika Napas Menjadi Jalan Sembuh: Menyambut Inovasi Obat TB Inhalasi dari Mahasiswa UGM
Seputar TB10 September 2026

Ketika Napas Menjadi Jalan Sembuh: Menyambut Inovasi Obat TB Inhalasi dari Mahasiswa UGM

Tajuk Rencana, Stop TB Partnership Indonesia Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang melakukan penelitian tentang sistem penghantaran obat yang dirancang untuk mengeksplorasi pemberian antibiotik levofloksasin melalui inhalasi, bernama Levocross.