MENGAPA ORANGTUA HARUS WASPADA TUBERKULOSIS PADA ANAK?


Mutia (3 tahun) dalam setahun ini tidak mengalami kenaikan berat badan, sulit makan dan mengalami batuk berulang kali. Lebih dari 2 minggu Mutia terakhir mengalami demam meski sudah ditangani dokter dan diberikan obat penurun panas. Mutia tidak ceria dan lincah seperti sebelumnya. Melihat hal ini orangtua Mutia membawanya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Bagaimana penanganan untuk TB anak?
Indonesia salah satu negara endemis Tuberkulosis (TB), sehingga TB bisa menyerang semua orang termasuk anak. TB salah satu penyebab kesakitan dan kematian yang sering terjadi pada anak. Anak lebih beresiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak.
Orangtua perlu mewaspadai anaknya menderita TB jika anak memiliki gejala demam > 2 minggu, penurunan berat badan atau berat tidak naik setelah diberikan upaya perbaikan gizi, batuk lama > 3 minggu, tidak nafsu makan atau kurang aktif bermain; terutama jika terdapat kontak erat dengan pasien TB. Kontak TB selain orang tua atau orang yang tinggal serumah; bisa juga orang yang sehari-hari sering kontak dengan anak, misalnya guru sekolah, pengasuh, guru mengaji dll.
Segera bawa anak anda ke fasilitas kesehatan terdekat bila mempunyai salah satu gejala di atas untuk diperiksa apakah si kecil menderita sakit TB atau tidak. Tindakan orangtua Mutia membawa anak mereka ke Puskesmas sudah tepat. Di fasilitas kesehatan anak akan diperiksa dengan seksama. Tb pada anak tidak menunjukkan gejala khas TB seperti pada orang dewasa yaitu batuk berdahak, oleh karena itu pemeriksaan TB pada anak akan dilakukan dengan penelusuran riwayat penyakit (anamesis) dan pemeriksaan penunjang seperti uji tuberkulin dan foto toraks.
Diagnosis TB pada anak di Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan terbatas dilakukan dengan menggunakan Sistem Skoring yang disusun oleh Kementerian Kesehatan dan para ahli dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Sistem Skoring merupakan pembobotan terhadap gejala dan tanda TB pada anak yang terdiri dari kontak, hasil uji tuberkulin, berat badan/status gizi, demam yang tidak diketahui penyebabnya, batuk kronik, pembesaran kelenjar limfe, pembekakan tulang dan sendi serta hasil foto toraks.
Penyakit TB pada anak dapat disembuhkan dengan obat yang tepat dan sesuai standard. Jika anak anda didiagnosis sakit TB, maka akan diberikan pengobatan yang merupakan kombinasi beberapa jenis obat selama 6-12 bulan tergantung berat dan ringannya penyakit TB pada anak anda. Tb tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan TB hanya dengan 1 (satu) jenis obat. Obat harus diminum rutin setiap hari sampai tuntas sesuai petunjuk dokter. Jangan hentikan pemberian obat bila belum sesuai jadwal pengobatannya walaupun menurut anda keadaan anak sudak membaik.
Ketika seorang anak dinyatakan sakit TB maka harus ditelusuri sumber penularannya yaitu orang dewasa di sekitarnya. Pemeriksaaan kontak perlu dilakukan untuk mencegah penularan TB kepada orang lain di lingkungan yang sama.
Sumber dari: www.tbindonesia.or.id