PPTI PERLU INISIASI PEMBENTUKAN
FORUM STOP TB DI WILAYAHNYA


Berita Pers
No. No. 06.06.308.2015

Jakarta, 20 Mei 2015.
Berdasarkan hasil survey prevalens TB yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2014, beban penyakit tuberkulosis di Indonesia menjadi semakin berat. Diperkirakan terdapat 1.000.000 juta kasus TB-baru per tahun dengan jumlah kematian karena TB sebesar 100.000 orang per tahun.
Hasil survey tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke 2 di dunia setelah India dalam jumlah kasus TB. Diperkirakan kasus yang tidak terlaporkan atau kasusnya belum ditemukan sebesar 60 %.
Hal itu ditegaskan Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro pada pembukaan Konferensi Kerja Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) tanggal 20 Mei 2015 di Jakarta.
Ditegaskan, masalah TB melibatkan banyak aspek, mengingat TB berkaitan erat dengan kemiskinan. Dengan demikian sangat berkaitan erat pula dengan gizi buruk, dan lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat ( padat, kumuh, kurang ventilasi udara, dan kurang terpapar sinar matahari ).
Oleh karena itu, dengan komitmen yang sama untuk "memerangi " TB, saya menghimbau agar pengurus PPTI di setiap tingkatan mau menjadi inisiator pembentukan Forum Stop TB Partnership di wilayahnya, agar Indonesia Bebas TB dapat lebih cepat tercapai ( sebagai informasi, estimasi Global Free TB baru akan tercapai pada tahun 2050 artinya angka penemuan kasus TB- baru pada tahun tersebut adalah 1 kasus per sejuta penduduk ).
Menurut Ketua FSTPI, penanggulangan penyakit termasuk penanggulangan TB dilakukan pada dua tataran yaitu komunitas dan layanan kesehatan. Pasien terduga TB dijumpai di masyarakat melalui "kerja" kader di akar rumput, yang kemudian merujuknya ke Puskesmas atau Unit Pelayanan Kesehatan untuk diperiksa dan ditegakkan diagnosanya”, ujar Ketua FSTPI.
Ditambahkan, masih banyak pemahaman yang keliru di masyarakat terhadap penyakit ini. Sebagian merasa malu apabila diketahui dirinya atau anggota keluarganya mengidap TB, dan ada pula yang menganggap TB adalah penyakit keturunan. Pemahaman tersebut bisa dimengerti karena apabila seseorang terjangkit TB, maka anggota keluarga di sekelilingnya mudah tertular dan terjangkit TB pula, sehingga tampaknya seperti keturunan.
“Menjadi tugas kita untuk meluruskan pemahaman yang keliru ini. Utamanya tugas Organisasi Masyarakat Madani atau Civil Society Organisation (CSO) termasuk PPTI. Hal ini sejalan benar dengan tugas utama PPTI yaitu penyuluhan”, ujar Ketua FSTPI.
Berita ini disiarkan oleh BPP-PPTI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail PPTI : ppti66@yahoo.com

Badan Pengurus Pusat PPTI
Drg. Mariani Reksoprodjo
Sekretaris Umum



Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI), Bapak Arifin Panigoro sedang memberikan sambutan pada acara pembukaan Konker PPTI di Hotel Acacia Jakarta, 20 Mei 2015


Mantan Menteri Keuangan pada Era Presiden Bj. Habibie yang juga Anggota Badan Pengawas Pusat PPTI, DR. Ir. Bambang Subianto sedang berbagi pengalaman kepada peserta Konker PPTI tentang Fund Raising di Hotel Acacia, 21 Mei 2015


Ketua FSTPI, Arifin Panigoro sedang memberikan pencerahan kepada peserta Konker PPTI tentang kewirausahaan di Hotel Acacia, 21 Mei 2015.