HARI TUBERKULOSIS (TB) SEDUNIA

Tanggal 24 Maret, diperingati setiap tahun sebagai Hari TB Sedunia untuk mengenang jasa Dr. Robert Koch yang mengumumkan penemuan kuman penyebab TB “Mycobacterium Tuberculosis” pada tahun 1882.
Tema Hari TB Sedunia Tahun 2015 :
Global : “Reach the three million, a TB test, treatment and cure for all”
SEARO : “Reach one million missing TB cases in SEAR, a TB test, treatment and cure for all”
Indonesia : BEBAS TB, Indonesia Sehat dan Hebat !!

Apa itu TB ?*)
TB yang dulu dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ atau bagian tubuh lainnya (misalnya : tulang, kelenjar, kulit, dll). TB dapat meyerang siapa saja, terutama usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak. TB dapat menyebabkan kematian. Apabila tidak diobati, 50% dari pasien TB akan meninggal setelah 5 tahun. TB bukan penyakit turunan, bukan disebabkan oleh kutukan ataupun guna-guna.

GEJALA TB
Gejala utama TB adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Gejala lain TB adalah dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas, badan lemas, dada terasa nyeri, demam meriang lebih dari sebulan, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik.

PENGOBATAN TB
Setelah dinyatakan positif TB, pasien diberi obat yang harus diminum secara teratur sampai tuntas selama 6-8 bulan. Penyakit TB dapat menyebabkan kematian jika tidak diberi obat. Selama masa pengobatan diperlukan pemeriksaan dahak pada tahap awal pengobatan, 1 (satu) bulan sebelum masa pengobatan berakhir, akhir pengobatan. Obat TB diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di puskesmas/rumah sakit.

PENCEGAHAN PENULARAN TB
Untuk mencegah penularan kepada orang sehat, seorang pasien TB hendaknya :
• Menelan obat anti TB (OAT) secara lengkap dan teratur sampai sembuh.
• Menutup mulut pada waktu batuk dan bersih
• Cuci tangan dengan sabun setelah tangan digunakan untuk menutup hidung/mulut pada waktu batuk dan bersin.
• Ventilasi yang cukup, sehingga udara segar dan sinar matahari masuk ke dalam rumah.
• Mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur. Menjemur alat-alat tidur sesering mungkin, karena kuman TB mati oleh sinar matahari.
• Tidak meludah di sembarang tempat, tetapi meludah di tempat tertentu seperti lakeng tertutup yang sudah diisi dengan sabun, karbol atau lisol. Buanglah dahak tersebut ke lubang WC atau timbun ke dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian.
• Bagi orang di sekitar pasien TB, agar menjaga daya tahan tubuhnya dengan makan makanan yang bergizi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

BAGI KELUARGA, KADER DAN LINGKUNGAN PASIEN TB
• Anjurkan orang yang mempunyai gejala TB untuk segera memeriksakan diri ke sarana pelayanan DOTS (Directly Observe Treatment Shortcourse).
• Awasi pengobatan sampai sembuh/selesai.
• Ajarkan dan anjurkan perilaku hidup bersih dan sehat tanpa TB.
• Imunisasi BCG bagi balita untuk mencegah TB berat (misalnya : TB selaput otak dan TB paru berat)

DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE)
Strategi yang direkomendasikan untuk mengendalikan TB. DOTS terdiri dari lima komponen utama:
1. Komitmen politis
2. Pemeriksaan dahak mikrokopis yang terjamin mutunya
3. Pengobatan jangka pendek yang standar bagi semua kasus TB dengan tatalaksana kasus yang tepat termasuk pengawasan langsung pengobatan.
4. Jaminan ketersediaan obat anti TB (OAT) yang bermutu
5. Sistem pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil pengobatan pasien dan kinerja program secara keseluruhan.

*) Fakta Seputar Tuberkulosis, Pengendalian Tuberkulosis Indonesia, Ditjen PP & PL Kementerian Kesehatan 2013.