PENINGKATAN KEMANDIRIAN PERAWATAN KLIEN TB PARU MELALUI PEMBERDAYAAN DALAM KELOMPOK KELUARGA MANDIRI

Astuti Yuni Nursasi
Program Doktoral Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Kampus UI Depok Jawa Barat, 16424

Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit menular yang prevalensi kejadiannya tinggi di Indonesia.Kekurangan SDM terutama perawat menyebabkan perawat tidak dapat melakukan kunjungan rumah yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan kemampuan klien TB dalam melakukan perawatan TB dan memberdayakan keluarga untuk dapat memberikan dukungan perawatan bagi klien TB. Selain itu adanya stigma terhadap klien TB menjadi persoalan yang dialamikoien TB.
Program ini merupakan salah satu inovasi dari intervensi keperawatan yang berbentuk pemberdayaan masyarakat melalui kelompok yang disebut Kerlompok Keluarga Mandiri (KKM). Kelompok ini terdiri dari klien atau terduga TB, keluarga atau pemberi asuhan,dan tokoh atau masyarakat lainnya.
Pelaksanaan kegiatan ini bermitra dengan Puskesmas Pancoran Mas dan Pekumpulan Pemberantasan TB Indonesia (PPTI) anak cabang Depok. Kemitraan ini membantu pelaksanaan program dalam mengumpulkan dan melakukan pendekatan terhadap masyarakat yang menjadi target pelaksanaan program.
Metode yang diaplikasikan dalam program ini adalah kader menyampaikan informasi tentang TB bagi kelompok.Semua materi telah dirangkum dan disajikan dalam modul untuk kader dan anggota kelompok.Modul yang dikembangkan berdasarkan pada hasil identifikasi masalah dalam focus group discussion dengan tokoh masyarakat, kader dan klien TB sebelum program berjalan.Program ini diimplementasikan dua kali dalam sebulan selama 6 bulan.Saat ini telah terbentuk empat KKM dari empat RW yang berbedaTB dengan anggota kelompok 10-15 orang.
Implementasi program masih berjalan. Berdasarkan keterangan dari penanggung jawab TB di Puskesmas Pancoran Mas jumlah kunjungan suspek TB ke Puskesmas Pancoran Mas meningkat selama proses pelaksanaan program. Suspek bulan Mei-Juli 2014 sebanyak 163 orang dan yang terdiagnosis BTA positif sebanyak 30 klien TB. Sebelumnya kasus TB yang ditemukan hanya berjumlah 93 kasus pada tahun 2013.
Hal ini menunjukkan peningkatan penemuan insiden TB sebanyak 5% dalam satu trimester selama program KKM TB berjalan.Pelaksanan program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan TB sehingga semakin banyak warga yang memeriksakan kesehantannya jika merasakan tanda dan gejala sehingga kejadian TB dapat dideteksi lebih awal untuk menghindari keparahan penyakit dan mencegah penularan ke masyrakat lain.
Untuk selengkapnya bisa di download artikelnya disini


Pertemuan identifikasi masalah