Berita Pers
No.62/FSTPI/III/2014

INDONESIA TUAN RUMAH PERTEMUAN KE-2 FORUM STOP TB PARTNERSHIP KAWASAN ASIA TENGGARA, PASIFIK BARAT DAN MEDITERANIA TIMUR

Jakarta, 3 Maret 2014.

Dr. Emil Agustiono, Deputi Bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Berencana Kemenko Kesra RI, hari ini (3 Maret 2014) di Jakarta membuka pertemuan 2nd Forum Stop TB Partnership Kawasan Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediterania Timur. Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH juga akan memberikan key note speech.
Dalam pertemuan yang diikuti 100 peserta dari 13 negara anggota WHO tersebut juga hadir dan memberikan sambutan Dr. Khanchit Limpakarnjanarat, Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia; Mark Dybul, Executive Director of Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria dan Dr. Lucica Ditiu, Executive Secretary of Global Stop TB Partnership.
Menurut Arifin Panigoro, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) yang juga Ketua 2nd Forum dalam laporannya menyatakan tema pertemuan tahun ini : “AMPLIFY AND SUSTAIN OUR SUCCESSES IN TUBERCULOSIS CONTROL” .
Tujuan pertemuan adalah untuk berbagi informasi tentang situasi terkini, pelaksanaan dan tantangan dalam upaya melibatkan kemitraan yang luas dalam program penanggulangan TB. Sedangkan hasil pertemuan adalah aksi strategis di tiap negara dengan diterbitkannya kebijakan atau peraturan tentang penanggulangan TB dari pimpinan tertinggi di Negara masing-masing dan menyepakati untuk melibatkan sektor swasta seperti sarana kesehatan dan mitra bisnis dalam program penanggulangan TB.
Ketua FSTPI menambahkan, menurut laporan WHO Tahun 2012, Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan global. Diperkirakan 8,6 juta orang terjangkit penyakit TB dan 1,3 juta orang diantaranya meninggal (termasuk 320.000 kematian diantaranya adalah orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Dari jumlah tersebut, sekitar 58% dari seluruh kasus TB di dunia berasal dari kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Hal ini dikarenakan sebagian besar negara yang memiliki beban TB tertinggi berada di kawasan Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediterania Timur.
Karena besarnya tantangan TB global, pada tahun 2000 pertemuan the World Health Assembly (WHA) mengesahkan dibentuknya Global Partnership, yang dinamakan Stop TB Partnership, dengan tujuan untuk menghilangkan ancaman penyakit TB bagi kesehatan secara global.
Stop TB Partnership melibatkan sekitar 1000 organisasi/mitra yang memiliki komitmen untuk mencapai tujuan yang sama. Mitra dibagi dalam kelompok kerja yang lebih spesifik yaitu : ekspansi Directly Observe Treatment short course (DOTS), TB/HIV, TB Multi Drug Resistance (MDR), Pengembangan Obat anti TB, Pengembangan Vaksin TB, Pengembangan diagnostik TB, dan upaya meningkatkan layanan dan kualitas laboratorium secara global.
Forum Stop TB Partnership Indonesia melibatkan sekitar 48 organisasi dan 8 perorangan yang dikelompokkan menjadi 9 kelompok yaitu Pemerintah, Organisasi Masyarakat Madani, Mitra Internasional, Swasta, Akademisi, Institusi Pelayanan Kesehatan, Ikatan Profesi, Mahasiswa dan Perorangan. Organisasi dibagi dalam 5 kelompok kerja yaitu Komunikasi Publik, Advokasi, Layanan Klinik, Komunitas dan Mobilisasi Sumber Daya.
Pada 1st Forum of National Stop TB Partnerships kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat tanggal 22 – 23 November 2012 di Seoul, Korea Selatan, menetapkan Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan 2nd Forum of National Stop TB Partnership pada Tahun 2014.
2nd Forum berlangsung selama 2 hari tanggal 3-4 Maret 2014 dihadiri 13 negara peserta yaitu : Afghanistan, Bangladesh, Cambodia, China, India, Indonesia, Japan, Nepal, Pakistan, Philippines, South Korea, Thailand, dan Vietnam.
Tiap negara diwakili 3 peserta terdiri dari Pengelola Program TB Nasional, National Stop TB Partnership dan NGO. Khusus untuk Indonesia sebagai tuan rumah akan diwakili 10 orang peserta dan 50 orang pengamat.
Pada hari pertama, setelah acara pembukaan pertemuan akan membahas presentasi dari masing-masing Negara dan presentasi dari petinggi Global Fund untuk AIDS, TB dan Malaria (ATM). Sedangkan hari kedua, akan dilakukan diskusi kelompok untuk membahas keputusan dan rekomendasi pertemuan dan penutupan.
Berita ini disiarkan oleh Sekretariat Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail : admin@stoptbindonesia.org
                                                                Forum Stop TB Partnership Indonesia                                                Drg. Mariani Reksoprodjo                                                                                                                                        Sekretaris Eksekutif

Klik disini untuk mendownload file Pertemuan ke-2 Stop TB Partnership Indonesia (download)