Turberkolusis Renggut Nyawa 65 Ribu Orang Indonesia

Kamis, 30 Mei 2013 11:18 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tuberkolusis (TB) masih manjadi masalah serius di Indonesia. Pasalnya, sebagian masyarakat masih mempunyai pemahaman bahwa TB penyakit biasa dan tidak diperhitungan.
"TB adalah penyakit yang paling mematikan setelah stroke, dan jantung. Tiap tahun 65 ribu orang meninggal karena TB, tertinggi setelah Cina India dan Afrika selatan," tutur Arifin Panigoro, Ketua Forum Stop TB Partnership dalam Kick Off Forum Stop TB Patnership di Gedung Energy Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Arifin yang dikenal sebagai pengusaha nasional ini khawatir jika dilakukan penelitian lebih akurat dan mendalam, posisinya bisa berada di urutan ke-3. "Kita akan melakukan penelitian setahun ini," katanya.
Meski obat TB diberikan cuma-cuma Kementerian Kesehatan, namun pengobatan selama 6 bulan membuat pasien susah menjaga konsistensinya. "Padahal kalau setengah jalan atau berhenti di tengah jalan resisten," katanya.
Forum Stop TB Patnership Indonesia akan menfokuskan kawasan Timur Indonesia khususnya Halmahera Utara, Papua Barat dan Merauke.
"Ini terjadi karena di TB rentan terjadi di kawasan kantong kemiskinan sehingga perlu didorong dan diperhatikan," katanya.
(sumber)http://www.tribunnews.com/2013/05/30/turberkolusis-renggut-nyawa-65-ribu-orang-indonesia )