Kemenkes Ingatkan Perokok akan Risiko TBC

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Kamis, 30/05/2013 14:15 WIB
Jakarta, Imbauan untuk berhenti merokok selalu diserukan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam kaitannya dengan risiko infeksi, rokok dinilai bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga perokok lebih rentan tertular tuberculosis (TB) alias TBC.
Wakil Menteri Kesehatan, Prof Ali Gufron Mukti mengatakan sel-sel pernapasan pada orang merokok rentan mengalami gangguan atau kerusakan. Bagi sistem ketahanan tubuh, gangguan dan kerusakan itu membuat seseorang rentan tertular infeksi apapun termasuk TB.
"Kalau berada di orang yang terinfeksi TB, itu lebih mudah kena dibandingkan orang yang tidak merokok," kata Prof Gufron saat ditemui dalam acara "Kick Off" Forum Stop TB Partnership Indonesia di Energy Bulding, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Prof Gufron mengaku tidak tahu persis berapa persen prevalensi penderita TB yang disebabkan oleh rokok. Namun dikatakan olehnya, berbagai penelitian ilmiah telah banyak mengaitkan risiko penularan TB dengan kebiasaan merokok baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
"Ada penelitian memang sudah mengaitkan antara TB dengan rokok," tambahnya.
Mengenai kebijakan tentang kawasan tanpa rokok (KTR), Prof Gufron mengakui belum semua daerah punya regulasi atau peraturan yang tegas soal pembatasan aktivitas merokok. Meski begitu, pihaknya akan terus mendorong para kepala daerah untuk mewujudkan hal itu.
"Kita dorong terus karena asosiasi walikota dan bupati punya deklarasi untuk mendorong tumbuh kembangnya KTR. Kita dorong untuk memiliki regulasi pengendalian tembakau," tutup Prof Gufron.
Sumberhttp://health.detik.com/read/2013/05/30/140940/2260335/763/kemenkes-ingatkan-perokok-akan-risiko-tbc?l992205755 )