Berita Pers
No.06.06.275.2013

FORUM STOP TB PARTNERSHIP INDONESIA
DIMINTA MENGKRITISI PROGRAM TB

Jakarta, 3 Juni 2013
Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) diminta menjadi advokator - baik bagi masyarakat terdampak TB maupun bagi masyarakat pada umumnya - serta turut mengkonfirmasi apakah kebijakan yang dihasilkan Pemerintah benar-benar tepat dan memungkinkan masyarakat mengakses pencegahan dan pengendalian TB di Indonesia.
Hal itu disampaikan Wakil Menkes Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D mewakili Menkes pada “Kick Off” Forum Stop TB Partnership Indonesia tanggal 30 Mei 2013 di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta.
Dalam sambutannya, Menkes menyatakan berbagai langkah dan upaya perlu dilakukan FSTPI untuk menjadikan masyarakat lebih berdaya, mau bersuara, dan mampu berusaha - untuk mendukung kerja keras dan kerja cerdas dalam pengendalian TB di tanah air.
Pada kesempatan itu Menkes menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak khususnya kepada Arifin Panigoro yang telah mengambil prakarsa dan langkah bagi terbentuknya FSTPI.
“Saya yakin dan percaya bahwa forum ini adalah mitra Pemerintah yang mandiri, berkelanjutan, dan mencerminkan keterwakilan seluruh lapisan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan kebijakan pengendalian TB di tanah air. Dengan prinsip kesetaraan, keterbukaan, saling menguntungkan, dan saling menghormati, FSTPI akan menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam mengawal dan menyukseskan pengendalian TB di Indonesia”, ujar Menkes.
Menkes menegaskan, kunci sukses upaya penanggulangan TB yaitu komitmen yang kuat, arah dan strategi pelaksaaan program yang tepat, perencanaan yang baik, dan pelaksanaan program yang efektif dan efisien. Karena itu, seluruh komponen Forum Stop TB Partnership diminta agar dengan kekuatan masing-masing - mendukung terwujudnya Indonesia Bebas TB - sesuai target yang diharapkan.
Menkes menyatakan, program pengendalian TB di Indonesia telah meraih banyak kemajuan dalam beberapa dasawarsa terakhir ini – terutama sejak dimulainya strategi DOTS tahun 1995. Pengendalian TB telah diakselerasi dan diekspansi ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Pada tahun 2010 - sesuai Strategi Nasional Pengendalian TB - Pengendalian TB diarahkan pada Universal Acces untuk mewujudkan cakupan dan mutu pelayanan DOTS yang luas dan merata.
Namun demikian, pengendalian TB masih menghadapi berbagai tantangan, yaitu :Setiap tahun masih terdapat 450.000 kasus TB baru dan angka kematian TB masih tinggi - yaitu 64.000 per tahun atau 175 orang/hari, meningkatnya ko-infeksi TB-HIV, kasus TB MDR dan TB Anak maupun TB pada kelompok khusus, manajemen dan kesinambungan pembiayaan untuk pengendalian TB belum optimal, peran masyarakat dalam pengendalian TB dan dukungan pemangku kepentingan dalam pengendalian TB belum optimal, pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TB masih kurang, dan kemiskinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya morbiditas TB di Indonesia.
Untuk menyikapi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan dukungan dan partisipasi jajaran lintas sektor beserta seluruh lapisan masyarakat melalui upaya terobosan yang inovatif, membumi dan tumbuh dari sumberdaya masyarakat.
Target menuju Indonesia bebas TB pada tahun 2050 masih panjang, karena itu tidak mungkin pemerintah berlari sendiri tanpa adanya mitra yang tangguh. “ Dengan adanya forum ini – didukung keberadaan mitra yang kuat – diharapkan akan terjadi sinergi untuk menutup kekurangan dan keterbatasan pemerintah dalam melaksanakan amanah untuk melayani masyarakat dalam pengendalian TB”, ujar Menkes.
Sebelum menutup sambutan, Wamen Prof. dr. Ali Ghufron, M.Sc., PH.D membacakan pantun :
Jika menjadi tokoh masyarakat,
Hendaknya piawai melakukan lobby,
Kemitraan Pemerintah-Masyarakat,
Kunci sukses Pengendalian Tibi.

Jika ingin sukses bertani,
Jangan lakukan sebagai hobby,
Segenap mitra yang hadir disini,
Mari sukseskan Pengendalian Tibi.

Sungguh cantik permadani Persia,
Untuk penghias lantai serambi,
Forum Stop TiBi Partnership Indonesia,
Wujudkan Indonesia Bebas TiBi.

Acara Kick Off ditandai peluncuran Website: www.stoptbindonesia.org; Facebook: Stop TB Indonesia; dan twitter : @StopTBIndonesia.
Berita ini disiarkan oleh Sekretariat FSTPI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail : ppti66@yahoo.com

                                                                                                     Forum Stop TB Partnership Indonesia
                                                                                                                Drg. Mariani Reksoprodjo
                                                                                                                Sekretaris Eksekutif


Wamenkes Prof.Dr.Ali Ghufron Mukti, M.Sc. Ph.D didampingi Ketua FSTPI Arifin Panigoro dan mewakili kepala perwakilan WHO untuk Indonesia Dr. Muhammad Akhtar melakukan pemukulan gong menandai Kick Off FSTPI.


Dr. Adi Mawardi Ketua LKC Dompet Dhuafa didampingi wakil dari delapan kelompok anggota FSTPI sedang membacakan Deklarasi.


Wamenkes Prof.Dr.Ali Gufron Mukti, M.Sc. Ph.D didampingi Ketua FSTPI Arifin Panigoro, Dr. Muhammad Akhtar sedang berfoto bersama dengan anggota FSTPI.