Berita Pers
No.06.06.265 2013

FORUM STOP TB PARTNERSHIP INDONESIA
DORONG GERAKAN MEMERANGI TUBERKULOSIS

Jakarta, 30 Mei 2013

Saat ini penyakit tuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.Setiap hari, 178 atau 65.000 orang setiap tahun meninggal karena TB. Setiap hari ditemukan lebih dari 1.230 atau 450.000 kasus baru setiap tahun. Sebagian besar pasien TB adalah usia produktif (15-55 tahun). Ironis sekali, karena penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan dengan teknologi pengobatan TB yang sudah berkembang pesat.
Hal itu disampaikan Arifin Panigoro, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia dalam acara “Kick Off” yang dihadiri Wamen Kesehatan RI Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D di Gedung Energy Jakarta tanggal 30 Mei 2013.
Mengingat hal itu, sejak hari ini mari singsingkan lengan baju sesuai dengan ruang lingkup dan kemampuan masing-masing untuk “berjuang” tercapainya Indonesia bebas TB sebelum tahun 2050. Bebas TB atau TB Free artinya jumlah kasus baru TB adalah 1 kasus per sejuta penduduk, imbuh Arifin Panigoro.
Dukungan dan peran-peran seluruh komponen bangsa gerakan memerangi TB, harus menjadi komitmen semua pihak. Karena itu Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) lahir untuk bersama-sama pemerintah bekerja keras memepercepat penanggulangan tuberculosis.
Saat ini ada 65 anggota FSTPI terdiri dari 8 kelompok, yaitu pemerintah,organisasi berbasis masyarakat, akademis, ikatan profesi, sector swasta, institusi pelayanan kesehatan, mitra internasional dan perorangan. Diharapkan dalam waktu dekat keanggotaan Forum bertambah yaitu kaum kawula muda sebagai penerus bangsa.
Sebelum “Kick Off” dibuka Wamen dibacakan deklarasi FSTPI oleh Dr. Adi Mawardi, Ketua Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa didampingi 8 kelompok anggota FSTPI. Deklarasi FSTPI terdiri dari 7 hal penting yang mendasari dan 11 langkah-langkah nyata sebagai berikut :
  1. TB dapat dicegah dan disembuhkan
  2. TB adalah masalah kesehatan masyarakat
  3. Beban TB bertambah akibat kebal obat, TB-HIV, TB Diabetes Mellitus dan Merokok
  4. Komitmen politik masih rendah
  5. Anggaran pengendalian TB dari Pemerintah Pusat dan Daerah sangat terbatas
  6. Fasilitas layanan TB belum memadai
  7. Pemahaman dan peran aktif masyarakat tentang TB masih rendah.
Untuk mengatasi hal itu, FSTPI akan melaksanakan langkah-langkah nyata sebagai berikut :
  1. Bekerja sama dan berperan aktif mengendalikan TB sesuai potensi masing-masing.
  2. Mendesak pemerintah Pusat dan daerah segera menambahkan anggaran pengendalian TB
  3. Mendorong pemerintah pusat dan daerah segera menyusun kebijakan yang mendukung upaya pengendalian TB dan menjamin pelaksanaanya dengan tepat.
  4. Mendorong dan memfasilitasi terlaksananya pelayanan TB standar di semua fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta.
  5. Meningkatkan penanggulangan TB di lingkungan khusus, seperti tempat kerja, lembaga pemasyarakatan, dan wilayah kumuh-miskin serta kelompok rentan TB.
  6. Menyebarluaskan informasi tentang TB kepada masyarakat dan stakeholder
  7. Menghimbau berbagai pihak untuk member kontribusi dana, sarana, prasarana, sumber daya manusia dan pemikiran/ide untuk peningkatan pengendalian TB.
  8. Meningkatan penelitian dan pemanfaatan hasilnya untuk mendukung kemajuan program pengendalian TB
  9. Forum Stop TB Partnership Indonesia segera mengembangkan dan membentuk forum serupa di setiap provinsi sebelum tahun 2016.
  10. Saling memberikan bantuan teknis untuk meningkatkan kemampuan anggota forum.
  11. Berperan aktif dalam jejaring nasional dan kerja sma global untuk mewujudkan “ zero TB death” zero new TB infection, zero TB suffering and stigma”
Berita ini disiarkan oleh Sekretariat FSTPI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-7397494 atau alamat e-mail : ppti66@yahoo.com

                                                                                                     Forum Stop TB Partnership Indonesia
                                                                                                                Drg. Mariani Reksoprodjo
                                                                                                                Sekretaris Eksekutif


Arifin Panigoro Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia sedang memberikan sambutan di dalam acara Kick Off FSTPI.


Wakil Menteri Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D sedang memberikan sambutan dalam acara Kick Off FSTPI.


Dr. Adi Mawardi Ketua LKC Dompet Dhuafa didampingi wakil dari delapan kelompok anggota FSTPI sedang membacakan Deklarasi.


Wamenkes Prof.Dr.Ali Gufron Mukti, M.Sc. Ph.D didampingi Ketua FSTPI Arifin Panigoro, Dr. Muhammad Akhtar sedang berfoto bersama dengan anggota FSTPI.