Indikator keberhasilan forum adalah, adanya :
  1. Kontribusi forum dalam mendukung Pemerintah guna mencapai target nasional pengendalian TB
  2. Mobilisasi sumber daya terutama dalam hal pendanaan
  3. Kebijakan yang diterbitkan dalam mendukung upaya pengendalian TB
Program Forum Stop TB Partnership dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu :
  1. Komunikasi Publik :
    • Menyebarluaskan informasi kebijakan, kegiatan dan berbagai informasi terkait Forum dan TB kepada masyarakat melalui berbagai media (cetak, elektronik, cyber/ dunia maya/ media sosial yaitu website, twitter, facebook dan email)
    • Menyebarluaskan informasi yang perlu diketahui oleh anggota forum
    • Menyusun prosedur tatacara mengunggah (uploading) materi kedalam website
    • Melakukan evaluasi atas kunjungan (visitor) dan pengikut (follower) dari twitter dan facebook
    • Melakukan evaluasi terhadap pemberitaan seputar program TB, penyakit TB dan forum baik tingkat lokal, nasional maupun global.
  2. Advokasi :
    • Melakukan kajian terhadap semua peraturan perundang-undangan maupun kebijakan terkait TB di masing-masing tingkatan (Pusat, Provinsi atau Kabupaten/Kota).
    • Mendata dan merangkum masukan hasil kajian kelompok kerja mobilisasi sumber daya.
    • Menyusun materi untuk advokasi sesuai kebutuhan (dari hasil kajian).
    • Menyusun daftar advokator.
    • Bersama-sama sekretariat merencanakan, mengatur dan melakukan evaluasi kegiatan advokasi.
  3. Komunitas :
    • Bersama-sama sekretariat dalam mendata dan mengelompokkan organisasi masyarakat madani (CSO), baik yang berbasis masyarakat (CBO) maupun berbasis agama (FBO).
    • Bersama-sama sekretariat mendata kegiatan masing-masing organisasi tersebut di atas dan wilayahnya secara geografis (sesuai peta Indonesia).
    • Bersama-sama dengan sekretariat menyusun format pencatatan dan pelaporan untuk CSO (di tingkat Pusat), khususnya untuk kader agar dapat menghitung kontribusinya.
    • Mendata kontribusi CSO terhadap indikator nasional.
    • Mengkaji materi KIE dan menetapkan KIE untuk masing-masing ruang lingkup.
  4. Layanan Kesehatan :
    • Mendata jumlah, type dan kepemilikan RS, klinik, Laboratorium, Apotik.
    • Mendata RS yang sudah melaksanakan program Hospital DOTS (termasuk jejaring internal dan eksternal) dan kinerjanya terkait pengobatan TB.
    • Mendata klinik yang melaksanakan strategy DOTS.
    • Mendata laboratorium yang menerima pemeriksaan diagnostik TB.
    • Mendata RS yang sudah terakreditasi.
    • Menyusun konsep program terobosan dan mendata hambatan.
  5. Mobilisasi Sumber Daya :
    • Mengkaji sumber daya manusia yang melakukan/terlibat dalam program penanggulangan TB pada suatu wilayah.
    • Melakukan identifikasi pendanaan (total) yang “masuk” ke suatu wilayah beserta sumbernya; misalnya APBN, APBD, Donatur, dan lain-lain.
    • Menyiapkan bahan rekomendasi solusi/saran untuk Pemerintah Pusat/Daerah, DPR/DPRD.
    • Meneruskan bahan rekomendasi tersebut kepada kelompok kerja advokasi sebagai bahan/materi advokasi.
    • Berupaya menggalang dana (fund raising)